Duh Gusti, Ada Wanita Hamil Nyaris Bunuh Diri di Jembatan Pemali

FOTO/PUSKAPIK/ISTIMEWA
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Brebes – Warga sekitar jembatan Kali Pemali geger. Ada perempuan hamil tergeletak di kepergok hendak hendak bunuh diri, karena ditinggal pacar, Senin 7 September 2020.

Aksi nekat Rini (23) warga Kedunguter, Kecamatan Brebes, pertama kali dipergoki oleh para supir dan kernek truk material. Dasuki (42) salah seorang kernek truk menjelaskan, Rini ditemukan dalam kondisi setengah sadar dan tergeletak di pinggiran Kali Pemali, tepatnya di bawah jembatan.

“Warga banyak yang melihat dia tergeletak, katanya ada orang mau bunuh diri. Pas saya datangi dia dalam kondisi setengah sadar. Terus teman teman membawa ke atas,” tutur Dasuki.

Saat ditemukan, Rini mengenakan busana gamis warna biru, kerudung coklat dan membawa tas berisi pakaian. Oleh para kernek dan sopir truk, Rini diistirahatkan dan diberi minuman hangat.

“Dia muntah muntah terus. Ternyata dari pengakuannya sedang hamil muda,” sambung Dasuki.

Rini mengaku bertindak nekat karena bingung ditinggal pacar dalam kondisi hamil. Rini juga mengatakan, dirinya bingung karena tidak memiliki tempat tinggal.

“Bingung mau ke mana lagi. Apalagi ini sedang hamil satu bulan,” katanya lirih.

Lebih lanjut diungkapkan, kemelut yang dialami berawal dari proses cerai yang sedang dijalani. Saat ini, Rini masih berstatus istri dari Dedi (30) warga Desa Kedunguter. Dari perkawinanya dengan Dedi, Rini dikaruniai seorang anak.

Selama proses cerai berjalan, dia memilih meninggalkan rumah dan kembali ke Dasir, orang tua angkatnya dulu. Selama tinggal di rumah Dasir, dia berkenalan dengan Saridi (30) warga Dukuh Banjarmelati Desa Bangsri Kecamatan Bulakamba. Rini dan Saridi berkenalan melalui media sosial FB beberapa bulan lalu. Dari perkenalan ini keduanya akhirnya berpacaran dan sering melakukan hubungan badan hingga hamil.

“Kenalan di FB. Dia ngakunya duda. Dia ngajak pacaran saya mau aja. Dia ngaku duda dan kebetulan saya lagi proses cerai. Terus pacaran sampai hamil satu bulan, Setelah kejadian baru tahu ternyata Saridi masih punya istri dan anak,” sambungnya.

Selama tinggal di rumah Dasir, Rini kembali menemui masalah. Dia akhirnya memilih kabur karena sering diajak berhubungan badan oleh orang tua angkatnya itu. Namun ajakan tersebut ditolaknya karena sedang mengandung anak dari Saridi, calon ayah dari bayi yang dikandungnya.

“Mendingan kabur (dari rumah orang tua angkat). Dia sering mengajak berhubungan intim tapi saya tolak,” tutur Rini sambil menambahkan bahwa Dasir sering meminta berhubungan badan dengan dalih balas budi selama menjadi orang tua angkat.

Keluar dari rumah orang tua angkat, Rini berinisiatif menemui Saridi, pacarnya. Terakhir, mereka ketemu dan menginap di sebuah hotel di Brebes pada Minggu malam kemarin.

“Ke hotelnya bareng pakai motor sama Saridi. Tapi jam sembilan malam dia pergi alasannya mau nyari hutangan untuk sewa kontrakan buat saya. Tapi sampai Senin pagi tidak kembali. Dia kabur, malah saya ditinggal sendiri,” tuturnya.

Senin paginya, Rini keluar dari hotel dan menuju ke arah barat menggunakan sarana angkutan umum. Dia mengaku bingung tidak tahu arah tujuannya. Sehingga saat mobil melewati jembatan Sungai Pemali, dia merasa ada yang membisiki untuk turun dan mengajaknya mencebur ke sungai.

“Padahal mobil sudah melewati sungai, tapi seperti ada yang mengajak turun dan kembali ke jembatan Pemali. Dalam kondisi bingung saya nurut saja dan seperti ada yang menuntun masuk ke sungai,” kata Rini lagi.

Sekitar pukul 10.00 WIB, Rini ditemukan oleh warga dan diangkat dari bantaran sungai. Dia kemudian dibawa petugas Polres Brebes untuk dicarikan jalan keluanya.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Reskrim Polres Brebes, Ipda Puji Haryati saat dikomfirmasi mengatakan, terkait kasus ini, polisi akan berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Tiara. Untuk sementara, korban akan ditampung di rumah aman milik PPT Tiara.

“Sudah koordinasi dengan PPT Tiara untuk solusinya. Sementara korban ditampung di rumah aman,” tandas Puji Haryati.

Kontributor : Fahri Latief
Editor : Amin Nurrokhman

Iklan

Tinggalkan Balasan