Satu-satunya Sekolah di Brebes yang Mulai KBM Tatap Muka, Dipantau Gugus Tugas Covid-19

FOTO/PUSKAPIK/ISTIMEWA
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Brebes – SMP Negeri 2 Brebes menjadi satu satunya sekolah yang diberi rekomendasi untuk memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Brebes, melakukan pemantauan simulasi pembelajaran tatap muka di SMP itu, Sabtu 11 Juli 2020.

Simulasi dikuti oleh semua siswa kelas 7 dan dimulai sejak pagi dengan metode bergantian atau shift. Setiap kelas dibagi menjadi 3 kelompok dan tiap kelompok mengikuti simulasi secara bergantian.

Setiap siswa yang akan masuk diwajibkan untuk dicek suhu badan dengan menggunakan thermo gun. Kemudian siswa harus mencuci tangan sebelum masuk ke dalam kelas.

Siswa yang tidak mengenakan masker akan diberi oleh sekolah. Masker wajib digunakan untuk melindungi diri dari penularan virus corona. Selain siswa, guru juga melengkapi diri dengan faceshield. Alat ini wajib dipakai selama jam pelajaran.

Untuk tetap menjaga jarak antar siswa, pihak sekolah menyediakan satu ruang kelas untuk 10-12 siswa. Dengan penjarangan ini maka ada jarak 1,5 meter antar siswa.

Sekolah membatasi lama pelajaran hanya tiga jam tanpa isitrahat. Setelah itu siswa pulang dan digantikan oleh kelompok berikutnya.

Bagi yang tidak membawa sepeda, siswa wajib diantar jemput oleh keluarga. Sekolah melarang siswa berangkat dan pulang dengan menggunakan angkutan umum.

Kepala SMP Negeri 2 Brebes, Murtadho mengatakan, secara teknis pihaknya sudah siap melakukan pembelajaran tatap muka sesuai standar protokol kesehatan. Sarana dan prasarana untuk menunjang protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan hand sanitizer serta penataan ruangan telah disiapkan secara matang.

“Hari ini SMP Negeri 2 melakukan simulasi pembelaran tatap muka di era transisi menjelang new normal. Semua telah disipakan termasuk pengenalan IT bila pembelajaran jarak jauh harus dilakukan. Simulasi dari pagi sampai siang tadi berjalan baik sesuai arahan gugus tugas,” ujar Murtadho ditemui usai simulasi.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Rojat menjelaskan, simulasi hari ini nantinya akan diterapkan pada saat pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada Senin, 13 Juli 2020 besok. Secara keseluruhan, sekolah ini sudah siap untuk melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka sesuai standar protokol kesehatan.

“Tadi kita lihat siswa sejak masuk sekolah sampai pulang sudah diarahkan sesuai standar protokol kesehatan. Simulasi ini nanti akan diterapkan saat mulai kegiatan belajar pada Senin besok,” terang Rojat.

Sementara anggota Gugus Tugas COVID-19, Apriyanto Sudarmoko menegaskan, simulasi ini untuk melihat kesiapan sekolah sebelum memulai kegiatan belajar. Nantinya, akan dievaluasi selama 14 hari ke depan setelah kegiatan belajar tatap muka dilakukan.

” Dinas Pendidikan akan memantau terus progresnya seperti apa. Komitmen kita kalau sudah bisa melakukan sesuai protokol kesehatan dan ada kajian, maka akan diinformasikan ke sekolah lain untuk bisa memulai pembelajaran tatap muka,” beber Apriyanto Sudarmoko.

Apriyanto menambahkan, sebelumnya Gugus Tugas merekomendasikan sekolah SMP di 13 kecamatan untuk memulai kegiatannya pada 13 Juli besok. Namun karena ada penambahan pasien positif COVID-19 sebanyak 6 orang, maka terpaksa ditunda sementara waktu. Gugus tugas hanya merekomendasikan SMP Negeri 2.

Kontributor : Fahri Latief
Editor : Amin Nurrokhman

Iklan

Tinggalkan Balasan