Berjibaku di Medan Ekstrem, Begini Semangat Tukang Ojek Gunung Prau Wonosobo Layani Pendaki 

Rabu, 10 September 2025 | 04.54
Berjibaku di Medan Ekstrem, Begini Semangat Tukang Ojek Gunung Prau Wonosobo Layani Pendaki 

WONOSOBO, puskapik.com – Pagi itu deru motor terdengar saling bersahut-sahutan di kawasan Basecamp Pendakian Gunung Prau via Patakbanteng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Satu per satu motor mengangk...

WONOSOBO, puskapik.com – Pagi itu deru motor terdengar saling bersahut-sahutan di kawasan Basecamp Pendakian Gunung Prau via Patakbanteng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Satu per satu motor mengangkut para pendaki yang hendak memanjat gunung setinggi 2.565 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu. Tuas gas mereka tancap dalam-dalam menuju Pos 1 Bagi sebagian pendaki, ojek gunung ini adalah "penyelamat tenaga" mereka sebelum memulai perjalanan panjang dan melelahkan ke puncak Prau. Perjalanan yang biasanya menghabiskan waktu setengah hingga satu jam berjalan kaki, hanya ditempuh lima menit saja dengan ojek motor Gunung Prau. Setiap hari, puluhan tukang ojek pun berjaga di sekitar Basecamp Gunung Prau Via Patakbanteng. Mereka siap sedia mengantar para pendaki dari pagi hingga larut malam. “Kalau akhir pekan, pendaki bisa sampai ratusan orang. Sehari saya bisa antar 15 sampai 20 kali, tergantung momentum.” tutur Muji (40), salah satu tukang ojek, Sabtu 6 September 2025. Meski terkesan sederhana, pekerjaan ojek gunung ini bukan tanpa risiko. Jalur sempit, tanah berbatu, dan tikungan tajam sepanjang perjalanan menjadi tantangan sehari-hari para tukang ojek. “Memang ekstrem dan berisiko, tapi lana kelamaan sudah terbiasa. Terus juga sudah jadi pekerjaan kami. Dari sinilah kami bisa menghidupi keluarga,” kata Muji. Selain medan ekstrem, tantangan lain datang dari kendaraan mereka yang harus bekerja ekstra. Hampir tiap bulan, motor-motor para tukang ojek jadi langganan bengkel. “Paling sering service shock, rem, kampas,” tutur Muji kepada puskapik.com sambil menunggu giliran mengantar pendaki. Soal tarif, para pengojek sudah punya aturan bersama. Ongkos sekali jalan dari basecamp ke Pos 1 pada pukul 08.00–18.00 WIB sebesar Rp20.000 per orang. Sementara untuk perjalanan malam hari, pukul 20.00–05.00 WIB, tarif naik menjadi Rp25.000. Meski demikian, harga tersebut tak menyurutkan minat para pendaki. Bagi mereka, membayar belasan ribu rupiah sebanding dengan tenaga yang bisa dihemat untuk mendaki hingga puncak.***

Artikel Terkait