Usia Hampir Seabad, Kusnendro Harap RSUD Kardinah Tegal Terus Tingkatkan Pelayanan

Minggu, 2 November 2025 | 23.09
Usia Hampir Seabad, Kusnendro Harap RSUD Kardinah Tegal Terus Tingkatkan Pelayanan

TEGAL, puskapik.com - Ketua DPRD Kota Tegal, Kusnendro, mengungkapkan fakta menarik di balik peringatan Hari Ulang Tahun ke-98 RSUD Kardinah Kota Tegal. Berdasarkan hasil kajian dan penelusuran sejara...

TEGAL, puskapik.com - Ketua DPRD Kota Tegal, Kusnendro, mengungkapkan fakta menarik di balik peringatan Hari Ulang Tahun ke-98 RSUD Kardinah Kota Tegal. Berdasarkan hasil kajian dan penelusuran sejarah, rumah sakit kebanggaan warga Tegal ini ternyata resmi berdiri pada 2 November 1927. “Berdasarkan hasil penelusuran sejarah, RSUD Kardinah dibangun pada 2 November 1927. Namun, peringatan hari jadi baru mulai dilaksanakan tiga tahun terakhir, setelah tahun 2023 ditemukan data historisnya,” ujar Kusnendro usai menghadiri apel HUT RSUD Kardinah, Minggu 2 November 2025. Menurut Kusnendro, fakta tersebut menegaskan bahwa RSUD Kardinah bukan hanya memiliki nilai historis tinggi, tetapi juga menjadi saksi perjalanan panjang pelayanan kesehatan di Kota Tegal. Politisi PDI Perjuangan ini berharap momentum usia ke-98 dapat menjadi dorongan bagi seluruh jajaran rumah sakit untuk terus meningkatkan mutu layanan. “Dengan usia yang sudah hampir satu abad, RSUD Kardinah harus semakin maju dan berbenah dalam pelayanan. Baik pasien maupun keluarga yang mendampingi harus merasa aman, nyaman dan mendapatkan pelayanan yang manusiawi,” kata Kusnendro. Kusnendro menilai, masih ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan oleh manajemen rumah sakit, seperti peningkatan fasilitas ruang tunggu, ketersediaan tempat parkir serta sistem antrean pelayanan agar lebih efisien. Kusnendro juga mendorong adanya inovasi digital untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. “Pelayanan yang baik tidak hanya soal pengobatan, tapi juga pengalaman selama berada di rumah sakit. Mulai dari kebersihan, keramahan tenaga medis hingga kenyamanan fasilitas, semuanya penting untuk dibenahi,” ucap Kusnendro. Sementara itu, Plt Direktur RSUD Kardinah Kota Tegal, dr. Lenny Harlina Herdha Santi, dalam sambutannya menuturkan bahwa RSUD Kardinah lahir dari rasa keprihatinan RA Kardinah terhadap kondisi masyarakat yang kala itu belum memiliki akses layanan kesehatan. Melalui hasil penjualan buku karyanya senilai 16.000 gulden, RA Kardinah mendirikan klinik yang kemudian berkembang menjadi rumah sakit besar seperti sekarang. “Kami terus berbenah menjadi rumah sakit rujukan utama di wilayah Pantura bagian Barat Jateng. Karena kami tidak hanya melayani masyarakat Kota Tegal saja, melainkan juga daerah sekitar seperti seperti Kabupaten Tegal, Brebes dan Pemalang,” ungkap Lenny. **

Artikel Terkait