Tak Punya Ruang Kelas, Siswa SDN Panggung 5 Tegal Belajar di Tempat Parkir

Puluhan siswa SDN Panggung 5 Kota Tegal terpaksa belajar di parkiran usai ruang kelas dirobohkan karena dinilai membahayakan.
TEGAL, puskapik.com - Pemandangan tak biasa terjadi di SD Negeri Panggung 5 Kota Tegal.
Puluhan siswa harus menjalani kegiatan belajar mengajar di tempat parkir yang disulap menjadi kelas darurat.
Pasalnya, bangunan ruang kelas mereka dirobohkan sejak 2025 lalu.
Kondisi ini terjadi karena bangunan sekolah dinilai sudah tidak layak dan membahayakan keselamatan.
Kepala SDN Panggung 5, Sofiyani mengatakan, setidaknya tiga kelas terpaksa dialihkan ke teras sekolah karena ruang belajar utama sudah tidak bisa digunakan.
Baca Juga: Disdukcapil Batang: Kepemilikan E-KTP Capai 98,92 Persen Sepanjang 2025
"Sejak 2024 atap ruang kelas sudah melengkung dan kami laporkan. Setelah dicek DPUPR, memang dinyatakan tidak layak dan konstruksinya tidak kuat," ujar Sofiyani, Kamis 8 Januari 2026.
Bangunan yang akhirnya dirobohkan tersebut mencakup tiga ruang kelas, ruang guru serta ruang kepala sekolah.
Hingga kini, bangunan pengganti belum juga terwujud. Akibatnya, siswa kelas 1, 2 dan kelas 5 harus belajar di ruang terbuka.
Mereka menggunakan meja lipat sederhana dengan alas tikar, tanpa dinding pembatas yang memadai.
"Teras itu sebenarnya tempat parkir kendaraan guru. Sejak Juli 2025 kami sulap jadi ruang belajar darurat," jelas Sofiyani.
Baca Juga: Kepesertaan Dinonaktifkan, BPJS Kesehatan Pekalongan Sarankan Daftar Mandiri
Kondisi belajar pun jauh dari kata ideal. Aktivitas belajar mengajar kerap terganggu, terutama saat hujan turun disertai angin kencang.
Air hujan masuk ke area teras, membuat suasana kelas darurat menjadi tidak nyaman.
Pihak sekolah, lanjut Sofiyani, sebenarnya telah mengajukan usulan perbaikan bangunan.
Namun, keterbatasan anggaran akibat rasionalisasi APBD 2025 membuat pembangunan belum bisa direalisasikan.
"Dampaknya cukup terasa. Tahun ini kami hanya menerima 12 siswa baru, dari total keseluruhan 104 siswa, karena kondisi sekolah yang memprihatinkan," ungkap Sofiyani. **



