Rob Tak Kunjung Surut, Warga Muarareja Tegal Rela Rumah Tenggelam Asal Jalan Bisa Dilalui

Minggu, 9 November 2025 | 00.06
Rob Tak Kunjung Surut, Warga Muarareja Tegal Rela Rumah Tenggelam Asal Jalan Bisa Dilalui

TEGAL, puskapik.com - Rob yang terus menggenangi pesisir Kota Tegal kini makin parah. Wilayah terdampak paling berat terjadi di Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, tepatnya di RT 1, 2, dan 3/ ...

TEGAL, puskapik.com - Rob yang terus menggenangi pesisir Kota Tegal kini makin parah. Wilayah terdampak paling berat terjadi di Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, tepatnya di RT 1, 2, dan 3/ RW 3, di mana air pasang laut kini nyaris muncul setiap hari selama tiga bulan terakhir. “Sekarang tiga bulan lebih, hampir setiap hari terjadi rob,” ungkap Ketua DPRD Kota Tegal, Kusnendro, saat menghadiri pembukaan UMKM Expo di Rita Super Mall Tegal, Sabtu 8 November 2025. Empat kelurahan yang menjadi langganan rob di Kota Tegal meliputi Panggung dan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur serta Tegalsari dan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat. Namun, Muarareja menjadi yang paling parah karena ketinggian air bahkan bisa mencapai 50 sentimeter lebih, menutup akses jalan utama warga. Kusnendro menjelaskan, DPRD melalui Komisi III bersama masyarakat telah melakukan sidak lapangan dan audiensi dengan Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, di Pringgitan Balai Kota belum lama ini. Dari hasil pertemuan itu, Pemkot akan mengupayakan penganggaran Rp 5 miliar di APBD 2026 untuk penanganan rob di wilayah tersebut. “Tiga item utama yang akan dibangun yaitu perbaikan dan penambahan pintu air serta peninggian jalan di kawasan RW 3,” ucap Kusnendro. Rencananya, jalan di wilayah RW 3 akan ditinggikan sekitar 70 sentimeter, terdiri dari makadam setinggi 55 sentimeter dan cor beton 15 sentimeter di atasnya. Peninggian jalan ini membentuk huruf O mengelilingi RT 1, 2, dan 3. Menariknya, warga rela rumahnya tenggelam demi akses jalan bisa tetap dilalui. “Warga justru menginginkan jalan bisa dilalui. Mereka lebih memilih rumah tergenang daripada anak-anak tidak bisa sekolah atau aktivitas ekonomi lumpuh,” jelas Kusnendro. Selain itu, DPRD juga mengusulkan pembangunan sabuk pantai sepanjang 12 kilometer dari perbatasan Kota Tegal-Kabupaten Brebes hingga Kota Tegal-Kabupaten Tegal, dengan estimasi anggaran Rp 42 miliar ke pemerintah pusat. “Kalaupun tidak bisa terealisasi penuh, kita tangani secara parsial dulu,” ujar Politisi PDI Perjuangan ini. Untuk mengatasi genangan jangka panjang, DPRD juga mendorong pembuatan kolam retensi di RW 3 Muarareja, seperti di Tegalsari, Kraton, Mintaragen dan Polder Bayeman. Namun, tantangannya adalah keterbatasan lahan milik Pemkot Tegal di kawasan tersebut. “Pemkot tidak punya tanah bengkok di RW 3. Satu-satunya opsi adalah membeli lahan tambak milik Pemerintah Kabupaten Tegal. Tinggal nanti bagaimana komunikasi antarpemerintah dilakukan,” pungkas Kusnendro. **

Artikel Terkait