Perhutani KPH Pekalongan Barat Salurkan Bantuan TJSL Rp100 Juta

Senin, 5 Januari 2026 | 16.24
Perhutani KPH Pekalongan Barat Salurkan Bantuan TJSL Rp100 Juta

Perhutani KPH Pekalongan Barat menyalurkan bantuan TJSL Rp100 juta kepada ponpes di Tegal dan kelompok tani ternak di Brebes.

SLAWI, puskapik.com - Pondok Pesantren Miftahul Mubtadi'in Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal dan Kelompok Tani Ternak Sang Surya Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes mendapat bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Pekalongan Barat.

Bantuan yang diberikan berupa bantuan perbaikan sarana prasarana Pondok Pesantren Miftahul Mubtadi'in dan bantuan penyediaan sarana prasarana kewirausahaan Kelompok Tani Ternak Domba Sang Surya.

Bantuan TJSL diserahkan oleh Kepala KPH /Administratur KPH Pekalongan Barat Maria Endah Ambarwati di Gedung Serba Guna KPH Pekalongan Barat, Senin, 5 Januari 2026.

Baca Juga: Netizen Ramai Bela Satpol PP dalam Penertiban Angkringan di City Walk Pemalang

Maria Endah Ambarwati menyebutkan, bantuan diberikan berupa uang sebesar Rp 100 juta yang diberikan kepada dua penerima, masing- masing sebesar Rp 50 juta.

"Setiap tahun Perhutani memberikan bantuan TJSL kepada mitra yang membutuhkan. Penerima harus sudah berbadan hukum," terang Maria.

Melalui program TJSL ini, Perhutani berupaya mendukung pembangunan sarana prasarana pondok pesantren dan sarana prasarana kewirausahaan.

Dalam acara yang dilaksanakan bersamaan dengan Kick Off tahun 2026, juga diserahkan SK kenaikan pangkat, SK kenaikan gaji berkala dan SK purna tugas per 1 Januari 2026 kepada sejumlah pegawai Perhutani KPH Pekalongan Barat.

Baca Juga: Sulap Limbah Cangkang Telur Jadi Cuan, Mahasiswa KKN Unikal Edukasi Warga Wonopringgo

Kepada tiga pegawai yang purna tugas, Maria mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan kerjasamanya selama bertugas.

Maria juga berharap kepada

purna rimbawan , Agus Riyanto ( KRPH Igirklanceng BKPH Paguyangan ), Nugraha (Mandor Bantarkawung) dan Heru Aryadi (Mandor Moga) untuk memberikan teladan kepada masyarakat di sekitar untuk tetap memelihara dan melestarikan hutan dengan tetap menanam pohon. **

Artikel Terkait