Pengelola Sampah Desak DPRD dan DLH Tegal Susun Roadmap Sampah Terpadu

Selasa, 11 November 2025 | 00.04
Pengelola Sampah Desak DPRD dan DLH Tegal Susun Roadmap Sampah Terpadu

TEGAL puskapik.com - Sejumlah penggiat lingkungan mendesak Pemerintah Kota Tegal, segera menyusun roadmap penanganan sampah terpadu dari hulu ke hilir. Hal itu disampaikan Perkumpulan Pengelola Sampah...

TEGAL puskapik.com - Sejumlah penggiat lingkungan mendesak Pemerintah Kota Tegal, segera menyusun roadmap penanganan sampah terpadu dari hulu ke hilir. Hal itu disampaikan Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara (Perbanusa) Kota Tegal, saat mengikuti audiensi bersama Komisi III DPRD Kota Tegal dan DLH baru-baru ini. Ketua Perbanusa Jawa Tengah, Rohmat Budi Sanjoyo, menyampaikan sejumlah pertanyaan dan masukan kepada Komisi III DPRD serta DLH Kota Tegal. Menurut Rohmat, hingga kini belum terlihat arah kebijakan yang jelas terkait peta jalan penanganan sampah. Padahal, roadmap menjadi dasar penting bagi seluruh program pengelolaan, mulai dari sampah rumah tangga, sekolah, dapur umum, hotel hingga restoran. "Kalau roadmap induk sudah ada, kami ingin DLH menjelaskan secara lengkap. Dari situ baru bisa dibuat langkah strategis yang terukur dan berkesinambungan," ujar Rohmat. Selain menyoroti peta jalan, perbanusa juga mempertanyakan kontribusi bank sampah terhadap pengurangan volume sampah di Kota Tegal. Menurut Rohmat, jika nilainya masih rendah, perlu dilakukan evaluasi agar program “Satu RW Satu Bank Sampah” tidak berhenti pada alasan klasik yang sama setiap tahun. Pihaknya juga menekankan pentingnya pemberdayaan tukang sampah, yang selama ini justru memegang peran besar dalam pengangkutan dan pengelolaan sampah rumah tangga. "Faktanya, hampir 70 persen pengangkutan sampah rumah tangga dilakukan oleh tukang sampah. Mereka harus masuk dalam roadmap penanganan sampah, diberi pelatihan, perlindungan dan difasilitasi BPJS," tegas Rohmat. Perbanusa juga menyoroti perlunya revitalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang kini banyak berhenti beroperasi serta mendorong revisi Perda Sampah Kota Tegal agar lebih efektif dan relevan dengan kondisi di lapangan. Mereka bahkan mengusulkan pembentukan Satgas Sampah Kota Tegal yang berisi praktisi, pegiat dan komunitas pengelola sampah agar penanganan bisa lebih terstruktur dan masif. Menanggapi hal itu, Plt Kepala DLH Kota Tegal, Yuli Prasetyo menyatakan pihaknya menyambut baik seluruh masukan dari para penggiat lingkungan. "Pengelolaan sampah di Kota Tegal akan semakin baik. Semua aspirasi akan ditindaklanjuti sepanjang masih menjadi kewenangan DLH dan tidak bertentangan dengan regulasi yang ada," ujar Yuli. Yuli menjelaskan, roadmap penanganan sampah Kota Tegal dibagi menjadi tiga bagian, penanganan di hulu, di tengah dan hilir. Setiap lapisan masyarakat, kata Yuli, diberi ruang untuk berkontribusi sesuai kemampuan dan kapasitasnya. "Kami berusaha konsisten dengan rencana yang sudah disusun, tentu dengan mempertimbangkan keterbatasan dana yang ada," imbuh Yuli. Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal, Sutari, yang memimpin audiensi tersebut menegaskan pentingnya pemerintah kota memaksimalkan seluruh potensi yang ada. "Bank sampah, TPST, TPS3R, aktivis lingkungan hingga penggerobak sampah harus diberi peran nyata. Bahkan camat, lurah, RW dan RT juga harus ikut bergerak,” tegas Sutari. Menurut Sutari, persoalan sampah sudah menjadi prioritas pembangunan Kota Tegal. Karena itu, seluruh elemen pemerintah perlu terlibat secara serius dan berkelanjutan. **

Artikel Terkait