Meriah, Lailatul Ijtima dan Refeksi Hari Santri, PCNU Kabupaten Tegal Dukung PBNU Laporkan Trans7
Minggu, 19 Oktober 2025 | 17.09

TEGAL, puskapik.com - Peringatan Hari Santri tahun 2025 dengan tajuk Lailatul Ijtima dan Refeksi Hari Santri yang digelar PCNU Kabupaten Tegal berlangsung meriah di halaman Kantor PCNU Jalan A Yani Sl...
TEGAL, puskapik.com - Peringatan Hari Santri tahun 2025 dengan tajuk Lailatul Ijtima dan Refeksi Hari Santri yang digelar PCNU Kabupaten Tegal berlangsung meriah di halaman Kantor PCNU Jalan A Yani Slawi, Sabtu malam 18 Oktober 2025.
Dalam momentum tersebut, PCNU Kabupaten Tegal mendukung upaya PBNU untuk menempuh jalur hukum kasus penghinaan kiai dan ponpes.
Perayaan Hari Santri diawali dengan penampilan Ki Walet asal Desa Pesayangan, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal. Ki Walet menampilkan kesenian gamelan yang dipadukan dengan sholawat dan lagu-lagu islami lainnya.
Kemeriahan itu dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Lagu Ya Lal Wathon dan Lagu Hari Santri. Dilanjutkan dengan Istiqozah yang dipimpin para kiai NU Kabupaten Tegal.
Di sela-sela acara, digelar Pelantikan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Tegal.
ISNU yang merupakan badan otonom PCNU Kabupaten Tegal itu, dipimpin H Dr Saepudin MA yang merupakan Rektor IBN Tegal. Selain itu, juga dilakukan penyerahan sertifikat Gerakan Kader Berinfaq kepada H Ischak Maulana Rohman sebagai Bupati Tegal, H Khozi''in selaku Ketua PCNU Kabupaten Tegal, H Romli selaku Bendahara DPC PKB Kabupaten Tegal, dan Saeful Bahri selaku Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Tegal.
PCNU Kabupaten Tegal juga memberikan penghargaan kepada para santri yang berprestasi.
Ketua PCNU Kabupaten Tegal, Khozi''in SPd menuturkan, Hari Santri diharapkan tidak hanya semata-mata acara ceremonial.
Namun, santri juga harus meneguhkan diri bahwa santri merupakan bagian dari Bangsa Indonesia dalam merebut, mempertahankan dan memerdekakan Indonesia.
"Konten Expose Uncensored di Trans7 melecehkan, dan menghina kiai serta ponpes. Kiai dan ponpes merupakan pilar utama NU. Disanalah persemaian NU lahir. Menghina kiai dan ponpes sama saja menghina NU," tegas Khozi''in.
Namun demikian, kata dia, NU adalah organisasi yang menjunjung akhlakulkarimah, sehingga NU tidak memerintahkan berbuat anarkis. Upaya PBNU untuk menggunakan jalur hukum, harus didukung.
"Kami serahkan kasus ini ke PBNU yang membawa ke ranah hukum," ujar Ketua PCNU Kabupaten Tegal ini.
Bupati Tegal, H Ischak Maulana Rohman menuturkan, santri tidak hanya bisa kitab, tapi di era teknologi, santri harus menjadi agen perubahan dan garda terdepan dalam pembangunan di Kabupaten Tegal.
"Selamat atas dilantikna ISNU. Ini sejalan dengan visi misi kami dalam meningkatkan SDM masyarakat Kabupaten," kata Mas Ischak.
Lebih lanjut dikatakan, visi misi Bupati dan Wakil Bupati Tegal, yakni program Satu Desa Satu Sarjana (Sadesa).
Dalam program itu, Pemkab Tegal menggandeng 4 perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Tegal, yakni SKIPNU Tegal, IBN Tegal, Universitas Bhamada Slawi, dan Muhammadiyah Tegal University.
"Kami mendapatkan apresiasi dari Universitas Harkat Negeri yang ikut dalam program Sadesa," beber Ischak.
Ketua Panitia Hari Santri 2025 Kabupaten Tegal, Faizin mengatakan, selain Lailatul Ijtima dan Refeksi Hari Santri, sebelumnya juga digelar perlombaan untuk para santri di Kampus IBN Tegal.
Selain itu, digelar Gamelan Sholawat, Kirab Resolusi Jihad, Jalan Sehat Santri, dan pagelaran wayang golek sang Aji dari Lesbumi.
"Besok pagi, Minggu 19 Oktober 2025 akan digelar jalan sehat santri dan Kiran resolusi jihad yang start dari Rumdin Bupati Tegal dan finis di gedung PCNU. Kami juga akan mengadakan Apel Hari Santri pungkasnya. **



