Ini Kronologis Jembatan Kalierang Ambruk yang Menyebabkan 6 Pekerja Luka-luka
Minggu, 14 September 2025 | 22.14

SLAWI, puskapik.com - Jembatan Kalierang di Desa Cilongok, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, ambruk pada Minggu pagi, 14 September 2025. Ambruknya jembatan lama yang dalam proses pembongkaran itu...
SLAWI, puskapik.com - Jembatan Kalierang di Desa Cilongok, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, ambruk pada Minggu pagi, 14 September 2025.
Ambruknya jembatan lama yang dalam proses pembongkaran itu, menyebabkan enam pekerja mengalami luka-luka. Ini kronologis ambruknya jembatan Kalierang.
Informasi di lapangan, jembatan Kali Erang yang menghubungkan Desa Karangjambu dan Desa Cilongok dalam proses pembangunan yang dianggarkan dalam APBD Kabupaten Tegal tahun 2025 sebesar Rp 2,9 miliar. Jembatan lama yang sudah rapuh, saat ini dalam proses pembongkaran.
Namun, dalam proses pembongkaran, tiba-tiba jembatan ambruk. Pada saat kejadian ambruknya jembatan, ada sejumlah pekerja yang berada di atas jembatan. Pekerja yang terjatuh dari jembatan dievakuasi warga menuju rumah sakit terdekat.
Mantan Perangkat Desa Cilongok, Sunanto menceritakan, awalnya belasan pekerja sibuk membangun jembatan Kali Erang.
Sekitar pukul 11.30 WIB, sejumlah bekerja istirahat dan menyisakan enam pekerja yang masih bekerja di atas jembatan.
Tiba-tiba, jembatan ambruk dan enam pekerja terlempar ke bawah. Sejumlah pekerja dan warga yang melihat kejadian itu langsung menolong korban yang terjatuh dari jembatan.
"Satu pekerja yang mengalami luka parah dan dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan lainnya hanya mengalami luka ringan," kata Sunanto.
Dijelaskan, jembatan Kalierang yang lama telah dibongkar di bagian atasnya. Besi-besi penyangga telah diambil dan menyisakan jembatan.
Diperkirakan, para pekerja telah merangkai jembatan baru dengan memanfaatkan jembatan lama yang belum dibongkar.
Namun, karena jembatan lama tidak ada pengaitnya, yakni besi-besi atas jembatan, sehingga mudah ambruk.
"Itu tiba-tiba ambruk. Saya ikut membantu mengevakuasi korban, hanya satu yang mengalami luka parah," kata Sunanto.
Sunanto mengkhawatirkan korban yang mengalami luka parah, karena korban dilarikan ke rumah sakit melalui Desa Gantungan, Jatinegara.
Padahal, jika ditandu menyeberang sungai bisa dilarikan ke Desa Karangjambu dan rumah sakitnya lebih dekat.
"Mungkin dilarikan ke RSUD Soeselo Slawi. Kami belum tahu pastinya," pungkasnya. **
Artikel Terkait

Cuaca Wisata Guci Tegal Hari Ini Minggu 11 Januari 2026, Diguyur Hujan Sejak Pagi dan Petir di Malam Hari

IBI Kota Tegal Fokus Dampingi Ibu Hamil Pasca Banjir Krandon-Kaligangsa

Sumur Warga Tercemar, Kelurahan Kaligangsa Salurkan Kaporit dan Tawas
