Genangan di Krandon Tegal Rendam 11 RT, 192 KK Terdampak dan 158 Warga Mengungsi
Rabu, 31 Desember 2025 | 20.03

TEGAL, puskapik.com - Genangan akibat kiriman air hujan dari wilayah Selatan kembali merendam permukiman warga di Kelurahan Krandon, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Rabu 31 Desember 2025. Sedikitnya ...
TEGAL, puskapik.com - Genangan akibat kiriman air hujan dari wilayah Selatan kembali merendam permukiman warga di Kelurahan Krandon, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Rabu 31 Desember 2025.
Sedikitnya 11 RT terdampak dengan total 192 kepala keluarga atau 645 jiwa terimbas genangan air.
Berdasarkan laporan sementara Kelurahan Krandon, banjir mulai terjadi sejak pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
Genangan air merendam sejumlah RT yang tersebar di RW 03 dan RW 04, dengan ketinggian air bervariasi.
Wilayah terdampak meliputi RT 01, 03, 04, 05, 06/ RW 04.
Selain itu, genangan juga terjadi di RT 01, 02, 04, 05 dan 06 RW 03.
Jumlah warga terdampak di masing-masing RT berkisar antara delapan hingga 29 KK.
Lurah Krandon, Edi Budiwibowo mengatakan, ketinggian air tertinggi saat ini berada di RT 05/ RW 04. Di lokasi tersebut, air mencapai setinggi lutut orang dewasa.
"Di RT 05/ RW 04 ketinggian air selutut orang dewasa. Namun, jika ke arah Utara, air semakin dalam, bahkan mencapai perut orang dewasa atau sekitar satu meter," ujar Edi saat dihubungi puskapik.com Rabu siang.
Dari total warga terdampak, tercatat sebanyak 261 anak-anak, 35 lansia, tiga ibu hamil serta satu penyandang disabilitas.
Hingga siang hari, tidak dilaporkan adanya korban luka maupun korban meninggal dunia.
Akibat genangan yang semakin tinggi, sebanyak 158 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi pengungsian sementara.
Pengungsi tersebar di Musala At-Taqwa Krandon, Musala Kaligangsa, rumah warga di wilayah Cabawan hingga posko BPBD.
Dalam pembaruan data pengungsi hingga pukul 11.00 WIB, tercatat 85 jiwa mengungsi di Posko BPBD RT 04/ RW 04 Kelurahan Krandon, 46 jiwa di Posko Pengungsi Masjid Al Barkah Krandon serta lima jiwa di rumah singgah milik Dinas Sosial.
"Kondisi tempat pengungsian sementara relatif layak. Air bersih tersedia, listrik menyala, sanitasi mencukupi dan ada petugas kesehatan," jelas Edi.
Meski demikian, dapur umum hingga saat ini belum aktif. Bantuan yang telah diterima warga berupa makanan siap saji dan nasi ponggol.
Adapun kebutuhan mendesak yang masih diperlukan antara lain logistik permakanan, air bersih, selimut, obat-obatan, perlengkapan bayi dan anak serta perlengkapan lansia.
Selain itu, warga juga membutuhkan mobil MCK atau urinoir, khususnya untuk posko BPBD di RT 04/ RW 04.
Pihak kelurahan bersama instansi terkait terus melakukan pendataan lanjutan terhadap korban terdampak dan kerusakan rumah.
Koordinasi juga dilakukan dengan BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, PMI serta pihak terkait lainnya.
"Fokus kami saat ini penguatan pengungsian, penyaluran bantuan logistik serta monitoring kesehatan pengungsi, terutama anak-anak dan lansia," kata Edi. **



