Diduga Aksi Geng Motor, Kasus Tewasnya Pelajar SMP di Kota Tegal Masih Gelap

Keluarga korban pengeroyokan pelajar SMP Tegal menuntut kejelasan penanganan kasus dari polisi agar pelaku segera terungkap dan hukum ditegakkan.
TEGAL, puskapik.com - Kasus meninggalnya pelajar SMP di Kota Tegal berinisial IFP (13) yang diduga menjadi korban pengeroyokan geng motor masih bergulir.
Keluarga korban kini menuntut kejelasan penanganan perkara dari aparat kepolisian.
Pada Selasa 3 Februari 2026, ibu korban, Tarinah, didampingi tim kuasa hukum dari Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat atau BBHAR PDI Perjuangan Kota Tegal, mendatangi Polres Tegal Kota untuk menindaklanjuti laporan yang telah dilayangkan sejak 2 Januari 2026.
Langkah tersebut dilakukan setelah pihak keluarga menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan atau SP2HP dari Unit I Polres Tegal Kota.
Baca Juga: Diduga Dikeroyok Geng Motor, Pelajar SMP di Kota Tegal Tewas
Kuasa hukum keluarga korban, Imron Rosadi mengatakan, kliennya melaporkan peristiwa tragis yang merenggut nyawa putra tercinta akibat dugaan pengeroyokan yang terjadi pada 29 Desember 2025.
"Korban meninggal dunia di RS Mitra Siaga Tegal setelah diduga dikeroyok oleh geng motor," kata Imron kepada puskapik.com.
Imron mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis dini hari di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di depan Panti Asuhan Putri Aisyiyah, Kota Tegal.
Menurut Imron, penjaga panti asuhan sempat mengetahui adanya kejadian tersebut. Namun, saksi tidak dapat mengidentifikasi para pelaku karena kondisi di lokasi yang tidak memungkinkan.
Baca Juga: Harga Cabai Melonjak Jelang Ramadan, Warga Bumiayu Mulai Mengurangi Belanja


