BPBD Tegal Aktifkan Empat Posko, Siaga Darurat Hidrometeorologi hingga Akhir Desember

Selasa, 9 Desember 2025 | 16.22
BPBD Tegal Aktifkan Empat Posko, Siaga Darurat Hidrometeorologi hingga Akhir Desember

SLAWI, puskapik.com - Menghadapi musim penghujan dan cyaca ektrem saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal mengimbau warga untuk mewaspadai terjadinya bencana banjir dan ta...

SLAWI, puskapik.com - Menghadapi musim penghujan dan cyaca ektrem saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal mengimbau warga untuk mewaspadai terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di musim penghujan saat ini. Sesuai dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) puncak musim penghujan akan terjadi pada Januari - Februari 2026. Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal M Afifudin menyampaikan, Kabupaten Tegal memiliki wilayah pegunungan sampai pantai dengan potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor. Sejalan dengan hal tersebut, untuk meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan respon cepat dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, Pemkab Tegal menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi di wilayahnya. Status siaga darurat bencana hidrometeorologi tahun 2025/2026 ditetapkan dengan Keputusan Bupati Tegal Nomor 100.3.3.2/653 Tahun 2025 Tentang Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025/2026 tanggal 1 Oktober 2025. "Secara administrasi BPBP sudah menetapkan siaga darurat mulai tanggal 1 Oktober sampai 31 Desember 2025," terang Afifudin, Senin (8/12/2025). Afifudin menuturkan, BPBD sudah melakukan langkah- langkah konkret terkait status siaga darurat. Diantaranya telah mengedarkan surat edaran ke tiap desa untuk melakukan mitigasi di masing - masing desanya. BPBD juga sudah mengaktivasi empat posko. Yakni Posko Induk di Kantor BPBD . Posko dilengkali dengan enam petugas piket, Posko Selatan di Desa Kedawung. Posko tersebut bertugas melaporkan atau menerima laporan dari wilayah Bojong dan Bumijawa. Selanjutnya Posko Tengah di Desa Gumalar untuk memantau wilayah kawasan Adiwerna. Selain itu, Posko Utara di Maribaya yang fokus memantau dan menerima laporan rutin dari Desa Sidaharja dan Desa Jatimulya. Sementara itu, di wilayah perkotaan yang banyak ditumbuhi pepohonan di tepi jalan, BPBD sudah melakukan identifikasi pohon yang sudah rapuh dan rawan roboh. "Kami sudah identifikasi pohon mana yang sudah rapuh dan rawan roboh. Kami sudah laporkan ke DLH untuk dilakukan perambasan," jelasnya. Afifudin menambahkan, tahun ini pula, telah dilakukan normalisasi Sungai Jembangan di Kecamatan Adiwerna sepanjang 2 Km dan Sungai Cacaban di Desa Sidaharja, Kecanatan Suradadi sepanjang 2 Km. Normalisasi ini diharapkan akan mencegah terjadinya banjir di wilayah sekitar. "Ini sudah teruji, kemarin di Dukuhjati air melimpas sampai 150 sentimeter alhamdulillah tidak berdampak di Sidaharja. Tahun lalu, hanya melimpas 100 sentimeter dari Bendung Dukuhjati, air sudah melimpas ke pemukiman warga sebanyak 18 kali. Mudah- mudahan tahun ini tidak terjadi lagi," sebutnya. **

Artikel Terkait