Upacara Hari Pahlawan di Pemalang, Bupati Ajak Teladani Semangat Pejuang

Selasa, 11 November 2025 | 00.05
Upacara Hari Pahlawan di Pemalang, Bupati Ajak Teladani Semangat Pejuang

PEMALANG, puskapik.com – Peringatan Hari Pahlawan ke-80 di Kabupaten Pemalang berlangsung penuh makna. Bupati menekankan pentingnya meneladani kesabaran dan keikhlasan para pahlawan dalam membangun ba...

PEMALANG, puskapik.com – Peringatan Hari Pahlawan ke-80 di Kabupaten Pemalang berlangsung penuh makna. Bupati menekankan pentingnya meneladani kesabaran dan keikhlasan para pahlawan dalam membangun bangsa. Upacara peringatan Hari Pahlawan yang berjalan khidmat itu berlangsung di halaman Pendopo Kabupaten Pemalang, Senin 10 November 2025. Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, tampil menjadi inspektur upacara. Upacara yang diikuti berbagai elemen masyarakat itu menjadi momen refleksi untuk meneladani semangat juang para pahlawan bangsa. Dalam kesempatan itu, Bupati Anom membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia yang menekankan pentingnya meneladani nilai-nilai luhur para pahlawan, terutama sifat kesabaran. Menurutnya, para pahlawan tidak hanya berani berjuang, tetapi juga sabar menempuh jalan panjang perjuangan. “Sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan, mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan,” ujarnya. Selain itu, ia tegaskan bahwa para pahlawan adalah teladan dalam mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi. Usai kemerdekaan diraih, mereka tak berebut jabatan, melainkan kembali ke rakyat dan melanjutkan pengabdian. “Di situlah letak kehormatan sejati, bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan,” jelas bupati. Nilai lain yang patut diwarisi, lanjutnya, adalah berpikir jauh ke depan. Para pahlawan berjuang bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk generasi penerus dan kemakmuran bangsa. Perjuangan mereka menjadi bentuk ibadah yang abadi, di mana darah dan air mata menjadi doa yang tak pernah padam. “Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan,” pungkasnya. Upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh makna, dihadiri Wakil Bupati Pemalang Nurkholes, Forkopimda, para kepala OPD, serta peserta dari unsur TNI/Polri, ASN, guru, mahasiswa, pelajar, dan organisasi kemasyarakatan. Sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan upacara dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Jayana Sureng Yudha, Desa Penggarit, Kecamatan Taman. **

Artikel Terkait