Alat Praktik Usang, BLK Pemalang Ketinggalan Teknologi Industri
Senin, 15 Desember 2025 | 03.04

PEMALANG, puskapik.com – Hampir satu dekade tanpa pembaruan alat praktik, Balai Latihan Kerja Pemalang menghadapi tantangan serius dalam mencetak lulusan yang selaras dengan kebutuhan industri. Selama...
PEMALANG, puskapik.com – Hampir satu dekade tanpa pembaruan alat praktik, Balai Latihan Kerja Pemalang menghadapi tantangan serius dalam mencetak lulusan yang selaras dengan kebutuhan industri.
Selama hampir sepuluh tahun terakhir, alat praktik yang digunakan dinilai tidak mengikuti perkembangan teknologi industri, sehingga banyak perusahaan terpaksa memberikan pelatihan ulang.
Kondisi tersebut diungkapkan Kepala Bidang Hubungan Industrial, Syarat Kerja dan Jaminan Sosial (Hubinsyakel Jamsos) Disnaker Pemalang, Arya Dhita.
Dhita mengaku kerap menerima keluhan langsung dari pihak perusahaan yang merekrut tenaga kerja lulusan BLK Pemalang, terutama terkait kemampuan penggunaan alat kerja.
“Sering sekali perusahaan kesini mengeluh kalau lulusan BLK terutama di bidang menjahit itu tidak bisa menggunakan alat di pabrik." tutur Arya Dhita kepada wartawan Jumat 12 Desember 2025.
"Mungkin mereka paham cara menjahit tapi alatnya beda karena versi terbaru jauh dibandingkan dengan milik BLK yang masih jadul,” jelasnya.
Menurut Dhita, terakhir kali pengadaan atau penggantian alat praktik dilakukan hampir satu dekade silam. Padahal, perkembangan teknologi di sektor industri terus melaju cepat.
Akibatnya, lulusan BLK kerap belum familiar dengan mesin-mesin terbaru yang digunakan di pabrik, sehingga perusahaan harus kembali memberi pelatihan tambahan selama satu hingga tiga bulan.
Situasi ini, kata Arya Dhita, menjadi pekerjaan rumah bagi Disnaker Pemalang. Ia berharap pada tahun mendatang tersedia anggaran untuk pembaruan alat praktik, khususnya di jurusan menjahit.
Dengan demikian, peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur fisik daerah.
“Kalau bisa segera, karena kita sudah ketinggalan jauh teknologinya. Agar perusahaan bisa langsung melirik lulusan BLK dan pastinya mengurangi angka pengangguran di Pemalang,” pungkas Arya Dhita. **
Artikel Terkait

Sinergi Lintas Sektor Berbuah Penghargaan, Pemalang Sabet Collaborative Award 2026

Cuaca Pemalang Hari Ini Sabtu 21 Februari 2026 Hujan Petir Saat Sore

Perahu Rusak Terdampak Banjir, 122 Nelayan di Asemdoyong Pemalang Dapat Bantuan Sembako
