Wujudkan Visi Brebes Beres, Bupati Paramitha: Rakyat Butuh Bukti, Bukan Drama Politik
Selasa, 7 Oktober 2025 | 05.26

BREBES, puskapik.com - Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menegaskan pentingnya menjaga kekompakan antara unsur eksekutif dan legislatif dalam menjalankan pembangunan daerah. Paramitha meminta selur...
BREBES, puskapik.com - Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menegaskan pentingnya menjaga kekompakan antara unsur eksekutif dan legislatif dalam menjalankan pembangunan daerah.
Paramitha meminta seluruh pihak untuk menyingkirkan ego politik demi mewujudkan visi "Brebes Beres" yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
Hal itu disampaikan Paramitha dalam kegiatan bersama jajaran pejabat dan anggota DPRD Brebes di Pendopo Kecamatan Bumiayu, Senin 6 Oktober 2025.
Dalam sambutannya, Paramitha menekankan bahwa pembangunan hanya bisa berjalan efektif jika semua elemen pemerintahan memiliki arah dan komitmen yang sama.
"Saya mohon jaga kekompakan dalam mewujudkan Brebes Beres. Jangan ada yang berjalan sendiri-sendiri," ujar Paramitha.
Ia menegaskan tidak akan mentolerir adanya manuver politik yang dapat menghambat kinerja pemerintah daerah.
"Kalau ada yang bermanuver, saya tidak akan segan menyampaikannya langsung kepada rakyat," tegasnya.
Paramitha menilai, jabatan publik bukan ruang untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan amanah untuk mensejahterakan masyarakat.
Ia menekankan agar setiap kebijakan yang diambil pemerintah daerah harus berpihak kepada rakyat kecil.
Jabatan Itu Titipan
"Setiap kebijakan harus berpihak pada rakyat kecil. Jabatan itu titipan, bukan tempat untuk menumpuk kepentingan," katanya.
Bupati Brebes itu mengingatkan pentingnya bekerja dengan integritas dan ketulusan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kecakapan teknis, tetapi juga pada kejujuran niat dan kesungguhan hati.
"Gunakan akal sehat dan sepenuh hati dalam bekerja," ucapnya.
Hasil survei Charta Politika menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Paramitha dan Wakil Bupati Wurja mencapai 77,5 persen.
Namun, Paramitha menilai angka tersebut bukan sekadar prestasi, melainkan amanah yang harus dibuktikan dengan hasil nyata.
"Kepercayaan itu adalah utang janji. Kami harus membayar dengan kerja nyata," ujarnya.
Ia mengingatkan, kepercayaan publik bisa luntur jika kinerja aparatur pemerintah tidak optimal.
"Komitmen bisa hilang kalau pekerjaan molor atau hasilnya buruk," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Paramitha meminta seluruh perangkat daerah agar meningkatkan disiplin, transparansi, dan tanggung jawab.
Ia mengingatkan, setiap program pembangunan harus dijalankan dengan perencanaan matang dan pengawasan ketat agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.
"Brebes punya potensi besar. Tapi potensi itu tidak akan berarti kalau kita tidak kompak dan tidak serius bekerja," ujarnya.
Paramitha juga mendorong anggota legislatif untuk memperkuat kolaborasi dengan eksekutif.
Menurut Paramitha, perbedaan pandangan adalah hal wajar dalam demokrasi, namun tidak boleh menjelma menjadi penghalang pembangunan.
"Kita semua punya tanggung jawab yang sama. Jangan sampai perbedaan pandangan justru menghambat pembangunan," katanya.
Masih dalam sambutannya, Paramitha kembali menegaskan pentingnya menghindari tarik-menarik kepentingan yang tidak produktif.
"Rakyat butuh bukti, bukan drama politik. Mari kita fokus bekerja," tutupnya.***
Artikel Terkait

Sterilisasi Ketat GPU Kajen, Polres Pekalongan Pastikan Natal Bersama Aman

Kepesertaan Dinonaktifkan, BPJS Kesehatan Pekalongan Sarankan Daftar Mandiri

Warga dan Polres Pekalongan Gelar Kerja Bakti Rampungkan Jembatan Trajumas-Bodas
