Profil Direktur RSUD Brebes Raih Gelar Internasional FISQua, Ingin Membumikan Standar Global ke Pelayanan Lokal

Kamis, 18 September 2025 | 16.56
a765c78e-09a5-4e30-935a-ab730ea69568-300x169.jpeg
a765c78e-09a5-4e30-935a-ab730ea69568-300x169.jpeg

BREBES, puskapik.com – Direktur RSUD Brebes, Dr. dr. Rasipin, M.Kes., MARS, FISQua, berhasil menyelesaikan program ISQua Fellowship, sebuah pelatihan internasional bergengsi yang diakui dunia. Gelar i...

BREBES, puskapik.com – Direktur RSUD Brebes, Dr. dr. Rasipin, M.Kes., MARS, FISQua, berhasil menyelesaikan program ISQua Fellowship, sebuah pelatihan internasional bergengsi yang diakui dunia. Gelar ini menandai komitmen RSUD Brebes dalam meningkatkan mutu layanan dan keselamatan pasien, sekaligus membawa nama Kabupaten Brebes ke panggung kesehatan global. ISQua (International Society for Quality in Health Care) merupakan organisasi independen yang berfokus pada peningkatan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan. Melalui program fellowship, ISQua membekali para pemimpin rumah sakit dengan pengetahuan dan keterampilan untuk memperbaiki sistem pelayanan secara menyeluruh. “Ini bukan sekadar sertifikat, tetapi proses pembelajaran yang membuka cara pandang baru tentang mutu layanan kesehatan. Saya merasa mendapat bekal berharga untuk membawa RSUD Brebes ke level yang lebih baik,” kata dr. Rasipin usai dinyatakan lulus sebagai ISQua Fellow, Rabu (17/9/2025). Gelar FISQua yang kini disandang dr. Rasipin bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga menjadi simbol bahwa RSUD Brebes tidak berhenti berbenah. Status ini memperkuat posisi rumah sakit sebagai institusi yang serius dalam membangun budaya keselamatan pasien dan pelayanan yang berkualitas. “Prestasi ini cermin bahwa RSUD Brebes tidak berhenti berbenah. Kami ingin membangun rumah sakit yang aman, berkualitas, dan berstandar internasional,” tegasnya. Program ISQua Fellowship bukanlah pelatihan singkat. Peserta harus menjalani rangkaian pembelajaran intensif, mengikuti forum diskusi ilmiah global, dan melewati proses evaluasi akademik yang ketat. Di sana, para profesional kesehatan dari berbagai negara saling bertukar pengalaman, berdiskusi tentang tantangan pelayanan, dan belajar dari praktik terbaik dunia. Bagi RSUD Brebes, keberhasilan ini membuka peluang besar. Dengan bekal ilmu dari ISQua, dr. Rasipin berkomitmen untuk membumikan standar global ke dalam pelayanan lokal. Namun, ia juga menyadari tantangan yang ada dari keterbatasan sumber daya manusia, sistem manajemen mutu yang belum optimal, hingga persepsi masyarakat yang masih menilai mutu dari kecepatan dan keramahan pelayanan. “Pasien tidak menunggu gelar, mereka menunggu bukti. Tugas kami sekarang adalah membumikan standar global ke ruang IGD, ke meja pendaftaran, ke senyum petugas,” ujarnya. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi tenaga medis dan manajemen rumah sakit lainnya. Bahwa dari Brebes, seorang dokter bisa menembus forum internasional dan membawa semangat perubahan ke daerah. Harapannya, pencapaian ini memacu semangat seluruh civitas RSUD Brebes untuk terus berinovasi, belajar, dan berprestasi. Bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga di panggung dunia.

Artikel Terkait