Pertemuan Prabowo - Trump Bahas Peningkatan Ekonomi

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu Presiden AS Donald Trump guna bahas penguatan kerja sama ekonomi, dagang, dan investasi Indonesia–Amerika Serikat.
JAKARTA, puskapik.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto diagendakan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Rabu (18/2). Rencananya kedua kepala negara tersebut bertemu untuk membahas berbagai hal kerjasama salah satunya untuk meningkatkan rantai ekonomi Indonesia.
“Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah aktif diplomasi langsung Presiden Prabowo untuk meningkatkan rantai ekonomi serta produktivitas industri dalam negeri,” tulis Seskab Teddy yang dilansir dari website https://setneg.go.id.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa dalam kunjungannya ke AS kali ini, Presiden Prabowo diagendakan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga: Brebes Punya Dua Museum Purbakala, Ini Lokasi dan Koleksinya
Pertemuan difokuskan untuk membahas penguatan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat, serta kerja sama strategis di berbagai bidang ekonomi dengan adanya beberapa perundingan serta perjanjian dagang.
Pertemuan tingkat tinggi tersebut akan menjadi momentum penting untuk mempererat kemitraan strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat yang selama ini telah terjalin di berbagai sektor.
“Agenda utama pertemuan adalah membahas penguatan hubungan Indonesia–Amerika Serikat, khususnya dalam kerja sama strategis di bidang ekonomi. Dalam pertemuan tersebut juga akan dibahas sejumlah perundingan serta potensi perjanjian dagang yang saling menguntungkan kedua negara,” ujar Teddy.
Baca Juga: Kunjungi Pengungsi Tanah Gerak di Tegal, Taj Yasin Dorong Percepatan Pembangunan Huntara
Lebih lanjut disampaikan, pertemuan bilateral ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi peningkatan perdagangan dan investasi, termasuk perluasan akses pasar bagi produk Indonesia di Amerika Serikat. Selain itu, kerja sama di sektor industri, energi, teknologi, serta ketahanan pangan juga menjadi bagian dari pembahasan yang akan didorong oleh kedua pemimpin negara.


