Pemprov Jateng Tingkatkan Kolaborasi dengan BI
Senin, 22 Desember 2025 | 23.58

SEMARANG, puskapik.com — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah resmi dipimpin oleh sosok baru, setelah Mohamad Noor Nugroho resmi dikukuhkan, untuk menggantikan Rahmat Dwisaputra. Peng...
SEMARANG, puskapik.com — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah resmi dipimpin oleh sosok baru, setelah Mohamad Noor Nugroho resmi dikukuhkan, untuk menggantikan Rahmat Dwisaputra. Pengukuhan dilakukan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Senin, 22 Desember 2025.
Gubernur Ahmad Luthfi yang hadir dalam acara pengukuhan menegaskan kembali komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk meningkatkan kolaborasi dengan Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah. Kolaborasi tersebut dilakukan sebagai kemitraan strategis dalam menjaga laju inflasi serta mendorong peningkatan perekonomian dan investasi di wilayah Jawa Tengah.
Menurut Ahmad Luthfi, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan III-2025 sebesar 5,37% (yoy) merupakan hasil perencanaan dan kerja kolaborasi dari seluruh stakeholder. Di antaranya dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, serta pemerintah kabupaten/ kota. Melalui perencanaan dan kolaborasi tersebut, seluruh potensi daerah dapat didorong secara maksimal, termasuk dalam hal investasi dan pembinaan UMKM.
"Di bawah arahan dan bimbingan daripada BI yang merupakan mitra kami, mohon kiranya nanti tetap kita jadikan pedoman, sehingga UMKM kita bisa naik kelas. Ini menjadi landasan pijak kegiatan, termasuk yang tidak kalah pentingnya adalah inflasi di Jawa Tengah adalah kontribusi dari BI Jawa Tengah," kata Ahmad Luthfi dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, bahwa keberhasilan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah meraih penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto, tidak lepas dari peran dan masukan strategis Bank Indonesia Jawa Tengah. Melalui arahan BI Jawa Tengah, Pemprov Jateng—termasuk Satgas Pangan dan BUMD, mampu mendorong distribusi pangan yang lebih merata, sehingga potensi wilayah dapat dioptimalkan. Selain itu, sinergi melalui berbagai forum bisnis yang diselenggarakan bersama BI Jawa Tengah, juga terbukti efektif dalam menarik masuk investasi ke Jawa Tengah.
"Jawa Tengah hari ini hampir 66,8 triliun investasi masuk tempat kita," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rahmat Dwisaputra, yang selama mengemban amanah sebagai Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah, telah memberikan kontribusi yang signifikan.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan TPID Jawa Tengah merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia, karena mampu menjaga laju inflasi. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 5,37%, menurutnya termasuk tinggi di Indonesia.
Maka dari itu, ia meminta kepada Ahmad Luthfi agar tidak segan-segan untuk lebih banyak melibatkan Mohamad Noor Nugroho beserta jajaran Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah, dalam upaya meningkatkan perekonomian di Jawa Tengah.
Warjiyo juga menyoroti posisi strategis Jawa Tengah yang kini kian diminati dan menjadi tujuan utama investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Peluang besar ini perlu dimanfaatkan secara optimal agar mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.
"Pak Gubernur kalau tinggal perintah saja kepada Pak Noor. Saya sudah instruksikan untuk seluruh jajaran BI Jawa Tengah agar lebih bermanfaat bagi wilayahnya," pesannya.



