Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Taman RM Bambang Soeprapto sebagai Tetenger Sejarah

Jumat, 9 Januari 2026 | 18.46
Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Taman RM Bambang Soeprapto sebagai Tetenger Sejarah

Gubernur Ahmad Luthfi meresmikan Taman RM Bambang Soeprapto di Semarang sebagai tetenger sejarah perjuangan dan nasionalisme.

SEMARANG, puskapik.com – Meski diguyur hujan ringan, sebuah monumen pejuang kemerdekaan Republik Indonesia resmi diresmikan di Kota Semarang, Jumat, 9 Januari 2026.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menandatangani peresmian Taman dan Monumen Raden Mas (RM) Bambang Soeprapto di kawasan Gajahmungkur, sebuah penanda sejarah tentang keberanian dan pengabdian tanpa pamrih.

Patung setinggi sekitar 10 meter itu berdiri tegak. Ketegasannya menjadi simbol semangat juang yang diharapkan terus menyala di benak generasi muda Jawa Tengah dalam menghadapi tantangan masa depan.

Baca Juga: Inilah 4 Nama Pejabat di Pemkab Tegal yang Dimutasi, Kasatpol PP Pindah ke Disperinaker

Ahli waris RM Bambang Soeprapto, Haryono Eddyarto, mengatakan, peresmian ini sebagai momen penting bagi keluarga besar.

Bukan sekadar mengenang sosok ayah, suami, dan kepala rumah tangga, tetapi juga menghormati pengorbanan seorang pejuang yang rela menyerahkan hidupnya demi kemerdekaan bangsa.

“Bagi keluarga, hari ini adalah momen untuk mengenang sekaligus menghormati jasa pejuang yang telah mengorbankan hidupnya demi Indonesia,” ujar Haryono saat memberikan sambutan mewakili keluarga.

Menurutnya, pembangunan taman dan monumen tersebut bukan dimaksudkan untuk mengkultuskan satu tokoh, melainkan sebagai ruang pembelajaran sejarah dan sumber inspirasi.

Indonesia, kata dia, membutuhkan generasi muda yang berbudaya, berkarakter kuat, cinta tanah air, dan siap menghadapi perubahan zaman.

“Semoga taman dan monumen ini menjadi sumber inspirasi untuk berkarya, berinovasi, dan menjaga martabat bangsa. Tempat ini bukan hanya bermakna bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Semarang, Jawa Tengah, dan Indonesia,” katanya dengan suara bergetar.

Ia berharap tempat ini bisa menjadi ruang publik yang hidup untuk mengenang sejarah, semangat persatuan, dan nasionalisme.

Monumen RM Bambang Soeprapto merupakan karya pematung Heru Joning Siswanto.

Patung itu berdiri di tengah taman seluas 70 x 24 meter yang dirancang oleh Seno Aditya dan M. Danar Sasmito.

Seluruh pembangunan menggunakan dana pribadi keluarga ahli waris, sementara pengelolaan dan perawatan taman akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang.

Di sejumlah sudut taman, pengunjung dapat menemukan penjelasan sejarah perjuangan RM Bambang Soeprapto, mulai dari masa merebut hingga mempertahankan kemerdekaan, termasuk perannya dalam sejarah Satuan Brimob.

Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan, gagasan pembangunan taman dan monumen ini bermula saat keluarga ahli waris menemuinya ketika ia masih menjabat Kapolda Jawa Tengah.

Inisiatif tersebut kemudian ditindaklanjuti Komandan Satuan Brimob melalui koordinasi dengan Pemkot Semarang hingga akhirnya Taman Gajahmungkur dipilih sebagai lokasi.

“Prosesnya memakan waktu sekitar satu tahun sampai akhirnya hari ini bisa kita resmikan. Masyarakat Jawa Tengah patut bangga karena memiliki monumen yang harus kita uri-uri sebagai bagian dari budaya dan sejarah. Kami berterima kasih kepada ahli waris dan Ketua PKBB Imam Sujarwo,” kata Ahmad Luthfi.

Ia mengenang RM Bambang Soeprapto sebagai sosok pejuang yang gigih dan pantang menyerah. Almarhum tercatat sebagai Komisaris Polisi II sekaligus Ketua Polisi Istimewa yang menjadi cikal bakal Mobile Brigade (Brimob). Ia juga terlibat langsung dalam memimpin Pertempuran Lima Hari di Semarang.

“Monumen ini menjadi tetenger, penanda sejarah, bahwa di tempat ini pernah terjadi Pertempuran Lima Hari Semarang yang dimotori putra terbaik Jawa Tengah, RM Bambang Soeprapto,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ahmad Luthfi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk terus mengupayakan gelar Pahlawan Nasional bagi RM Bambang Soeprapto. Hingga kini, Pemprov Jateng telah tiga kali mengajukan usulan tersebut, namun belum lolos pada tahap akhir penetapan.

“Kita akan terus berjuang agar pada 2026 RM Bambang Soeprapto mendapatkan gelar Pahlawan Nasional,” tegasnya. **

Artikel Terkait