Update Bencana Brebes Selatan, Dua Korban Hilang Ditemukan Meninggal, Total Tiga Warga Tewas
Senin, 10 November 2025 | 01.10

BREBES, puskapik.com - Dua warga yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana hidrometeorologi di Brebes Selatan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dengan demikian, total korban jiw...
BREBES, puskapik.com - Dua warga yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana hidrometeorologi di Brebes Selatan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Dengan demikian, total korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang, puting beliung, dan longsor yang melanda Kecamatan Bumiayu, Sirampog, dan Paguyangan bertambah menjadi tiga orang.
"Korban bertambah jadi tiga. Semua sudah ditemukan meninggal dunia," ujar Plt Kalaksa BPBD Brebes, Bowo Budi Santoso, Sabtu malam (8/11/2025).
Korban pertama adalah Haikal Alfi, berusia dua puluh tujuh tahun, warga Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu.
Ia tersengat listrik saat banjir mulai merendam permukiman warga dan kemudian hanyut terbawa arus deras Sungai Kalierang.
Jenazah Haikal ditemukan pada Sabtu malam, sekitar pukul dua puluh satu waktu Indonesia Barat.
Korban kedua, Suswoyo, berusia dua puluh enam tahun, warga Dukuh Igirmanis, Desa Igirklanceng, Kecamatan Sirampog. Ia dilaporkan hilang saat berkebun di tengah hujan deras.
Tim BPBD dan relawan melakukan pencarian intensif sejak Sabtu sore. Jenazah Suswoyo ditemukan di pinggir sungai.
Korban ketiga adalah Joni Aryanto, berusia tiga puluh dua tahun, warga Dukuh Cilik RT dua RW lima, Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog. Ia ditemukan meninggal dunia di aliran Kali Keruh, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.
Jenazah Joni dan langsung dievakuasi ke rumah duka untuk dimakamkan.
"Dua warga Sirampog semua ditemukan hari Minggu. Satu ditemukan pagi, dan satu lagi siang," jelas Bowo.
BPBD bersama TNI, Polri, dan relawan masih melakukan pendataan kerusakan serta menyalurkan bantuan darurat.
"BPBD terus memantau lapangan, berkoordinasi dengan pemerintah desa dan relawan, serta mencatat kerusakan rumah dan fasilitas umum," tambahnya.
Sementara itu, ribuan warga di Bumiayu terancam krisis air bersih akibat rusaknya jaringan pipa PDAM Tirta Baribis.
Dua sumber air utama dan pipa sepanjang 400 meter rusak berat akibat hantaman material banjir dari arah perbukitan. **
Artikel Terkait

Pengasuh Ponpes AL Hikmah 1 Benda Angkat Bicara Soal Pemekaran Brebes, Begini Penjelasannya

KH Labib Shodik Tegaskan Bukan Bagian Komite Percepatan Pemekaran Brebes : Nama Saya Dicatut

Resmi Beroperasi, SPPG YKB Polres Brebes Salurkan 1.692 Porsi MBG
