Mengenal Resak Brebes, Pohon Langka di Jawa yang Nyaris Punah

Minggu, 30 November 2025 | 00.50
Mengenal Resak Brebes, Pohon Langka di Jawa yang Nyaris Punah

BREBES, puskapik.com- Tidak banyak yang tahu bahwa salah satu pohon paling langka di Jawa masih bertahan di hutan Salem, Kabupaten Brebes. Namanya Resak Brebes (Vatica javanica), pohon hutan tua teran...

BREBES, puskapik.com- Tidak banyak yang tahu bahwa salah satu pohon paling langka di Jawa masih bertahan di hutan Salem, Kabupaten Brebes. Namanya Resak Brebes (Vatica javanica), pohon hutan tua terancam punah. Kondisi itu menjadi alasan Perhutani bersama Relawan Bangbara, Bagana Salem, serta peneliti dari Universitas Kuningan menanam bibit pohon langka, termasuk Resak, di kawasan Gunung Lio, Kecamatan Salem, baru-baru ini. Salah satu warga yang aktif dalam pelestarian Resak adalah Casro, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Winduasri, BKPH Salem KPH Pekalongan Barat. Menurut Casro, Resak Brebes kini hanya ditemukan di titik-titik tertentu di hutan Salem. “Ada yang tingginya lebih dari 30 meter dan batangnya besar sekali. Butuh dua atau tiga orang dewasa untuk memeluknya,” ujarnya. Casro pertama kali mengenal Resak pada 2018 saat mendampingi tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Cilacap melakukan pendataan flora. Nyaris Punah Sebelumnya, ia mengira pohon-pohon besar yang sering ditemui saat patroli hanyalah pohon biasa. “Saya pikir itu pohon biasa. Ternyata itu Resak, pohon langka yang nyaris punah. Warga sini menyebutnya Pelahlar,” katanya. Casro menyebut ancaman terbesar bagi Resak bukan hanya penebangan liar atau kebakaran, tetapi regenerasi alaminya yang sangat lambat. “Meski berbuah, anakan yang tumbuh jarang sekali bisa bertahan hidup,” ungkapnya. Atas kondisi itu, Casro mulai melakukan pembibitan secara mandiri dengan mengumpulkan buah Resak yang jatuh dan menyemaikannya di polybag agar generasi baru bisa tumbuh. “Saya tidak mau Resak punah. Jadi saya berusaha ikut melestarikan sebisa mungkin,” ujarnya. Resak dikenal sebagai pohon hutan tua dengan umur panjang dan pertumbuhan lambat. Akar-akarnya membantu menahan tanah di lereng curam, sementara tajuknya menjadi habitat beragam burung dan serangga. Melihat peran penting Resak bagi ekologi hutan Salem, Casro berharap ada upaya konservasi yang lebih terarah dan berkelanjutan, mulai dari identifikasi pohon induk, perlindungan habitat, hingga fasilitas pembibitan yang memadai. “Resak ini warisan alam yang harus dijaga. Penanaman bibit di Gunung Lio mungkin langkah kecil, tetapi bisa menjadi awal agar pohon langka ini tetap bertahan di Salem, Brebes,” kata Casro.***

Artikel Terkait