Jelang Lebaran, 886 Pegiat Keagaaman di Brebes Terima Insentif

Rabu, 11 Maret 2026 | 15.07
Wakil Bupati Brebes, Wurja menyeragkan dana insentif kepada para perwakilan pegiat keagamaan yang berada di wilayah Kecamatan Larangan, Brebes.
Wakil Bupati Brebes, Wurja menyeragkan dana insentif kepada para perwakilan pegiat keagamaan yang berada di wilayah Kecamatan Larangan, Brebes.

Wurja menyerahkan insentif kepada 886 pegiat keagamaan di Kabupaten Brebes sebagai bentuk apresiasi dan dukungan pembinaan masyarakat religius.

BREBES, puskapik.com - 886 pegiat keagamaan di Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes mendapatkan insentif menjelang Lebaran dari Pemkab Brebes. Pemberian insentif itu diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Brebes Wurja, di Komplek KGB Larangan, kemarin.

Wakil Bupati Brebes, Wurja mengatakan, pemberian insentif itu merupakan wujud komitmen Pemkab Brebes untuk terus mendekatkan diri kepada masyarakat.

Selain itu, untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, dan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan para pegiat agama dalam membangun Brebes yang religius dan berakhlakul karimah. Itu karena para pegiat keagamaan memiliki peran yang sangat strategis dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga: Gubernur Jateng Pastikan SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan Brebes Direlokasi Usai Longsor Cilibur

Mereka menjadi garda terdepan dalam membina akhlak umat, membentuk karakter generasi muda, serta menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.

“Melalui pemberian insentif ini, Pemkab Brebes ingin menyampaikan rasa hormat, apresiasi, dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pegiat keagamaan atas pengabdian yang telah diberikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, pemerintah menyadari pengabdian para pegiat agama tidak dapat dinilai dengan materi. Namun insentif yang diberikan diharapkan menjadi bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah, agar para pegiat keagamaan semakin semangat dalam menjalankan tugas mulianya.

Baca Juga: Isi Kuliah Ramadan di UNS, Mahasiswa Pelajari Kepemimpinan Nabi dari Wagub Taj Yasin dan Ning Nawal

Apalagi, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik semata, tetapi juga pembangunan mental dan spiritual masyarakat. Infrastruktur dapat dibangun melalui anggaran. Namun karakter dan akhlak masyarakat hanya dapat dibentuk melalui pendidikan serta pembinaan keagamaan yang berkelanjutan.

"Kami berharap pembinaan keagamaan seperti ini terus diperkuat dan dijadikan momentum untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama di tengah masyarakat. Momentum Ramadan hendaknya kita jadikan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait