Bupati Brebes Dorong Layanan Kesehatan Lebih Cepat dan Merata

Jumat, 24 Oktober 2025 | 01.04
Bupati Brebes Dorong Layanan Kesehatan Lebih Cepat dan Merata

BREBES, puskapik.com - Pemerintah Kabupaten Brebes kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan kesehatan publik. Kamis (23/10/2025), Bupati Paramitha Widya Kusuma menyerahkan bantuan lapto...

BREBES, puskapik.com - Pemerintah Kabupaten Brebes kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan kesehatan publik. Kamis (23/10/2025), Bupati Paramitha Widya Kusuma menyerahkan bantuan laptop, PC, dan printer untuk 11 Puskesmas serta insentif transport bagi 9.050 kader kesehatan. Total nilai bantuan mencapai Rp3,514 miliar. Langkah ini bukan sekadar seremoni. Di balik penyerahan perangkat digital dan insentif transportasi, tersimpan harapan besar yaitu agar warga Brebes, dari desa terpencil hingga pinggiran kota, bisa mengakses layanan kesehatan yang cepat, akurat, dan manusiawi. "Kami ingin setiap warga Brebes, tanpa terkecuali, bisa mendapatkan layanan kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas," tegas Paramitha di Puskesmas Pemaron. Bupati menekankan bahwa kader kesehatan adalah garda terdepan pelayanan publik. Mereka tak hanya mendata dan memantau gizi, tapi juga menjadi jembatan antara program pemerintah dan kebutuhan warga. Tanpa mereka, Posyandu bisa lumpuh, imunisasi bisa terhambat, dan edukasi lingkungan bisa tak tersampaikan. Bantuan laptop dan perangkat kerja senilai Rp1,252 miliar ditujukan untuk mempercepat proses pencatatan, pelaporan, dan monitoring di Puskesmas. Transformasi digital ini diharapkan bisa memangkas birokrasi dan mempercepat respons terhadap kasus kesehatan di lapangan. "Dengan sistem digital, kami bisa lebih cepat merencanakan program dan menyusun laporan kerja," ujar Kepala Dinas Kesehatan Brebes, Inneke Tri Sulistyowati. Sebanyak 9.050 kader kesehatan menerima bantuan transportasi sebesar Rp250 ribu per orang. Meski nilainya tak besar, Inneke menegaskan bahwa ini adalah bentuk pengakuan atas kerja keras mereka yang sering kali mengorbankan waktu, tenaga, bahkan biaya pribadi demi masyarakat. "Teruslah menjadi pahlawan tanpa tanda jasa,” pesan Inneke, penuh haru. Bagi warga, dampaknya langsung terasa. Dengan perangkat digital, antrean di Puskesmas bisa lebih tertata, data pasien lebih aman, dan program kesehatan bisa dirancang berdasarkan kebutuhan riil. Sementara insentif transportasi membuat kader lebih leluasa menjangkau warga di pelosok, tanpa harus merogoh kocek sendiri. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa Pemkab Brebes serius membangun sistem kesehatan yang inklusif dan berdaya saing. Bukan hanya bicara program, tapi juga soal dukungan konkret untuk para pelaksana di lapangan. "Jadikan bantuan ini sebagai penyemangat baru untuk bekerja lebih baik, lebih profesional, dan berorientasi pada pelayanan," tutup Paramitha. **

Artikel Terkait