5 Alasan Nama Bumiayu Lebih Dikenal Daripada Kecamatan Lain di Brebes Selatan

Jumat, 12 Desember 2025 | 22.35
5 Alasan Nama Bumiayu Lebih Dikenal Daripada Kecamatan Lain di Brebes Selatan

BREBES, puskapik.com - Menyebut diri dari Bumiayu sudah jadi kebiasaan warga Brebes Selatan yang merantau di kota besar. Nama ini lebih mudah dikenali dibanding kecamatan lain seperti Sirampog, Paguya...

BREBES, puskapik.com - Menyebut diri dari Bumiayu sudah jadi kebiasaan warga Brebes Selatan yang merantau di kota besar. Nama ini lebih mudah dikenali dibanding kecamatan lain seperti Sirampog, Paguyangan, atau Tonjong. Fenomena ini bukan sekadar soal praktis, tetapi juga terkait sejarah dan peran Bumiayu sebagai pusat aktivitas masyarakat selatan Brebes. Lalu, apa yang membuat nama Bumiayu lebih dikenal dibanding kecamatan lain, hingga banyak perantau menyebut Bumiayu sebagai daerah asalnya? Berikut lima alasan yang dihimpun puskapik.com dari berbagai sumber. 1. Jejak Kawedanan yang Masih Terasa Pada masa kolonial Belanda hingga awal kemerdekaan, Bumiayu berstatus sebagai pusat kawedanan, unit administratif yang membawahi empat kecamatan. Meski struktur kawedanan dihapus sejak 1963, jejak historis itu meninggalkan pengaruh kuat. Bumiayu kemudian dipandang sebagai pusat wilayah Brebes Selatan, sehingga namanya lebih dulu muncul di benak banyak orang. 2. Pusat Ekonomi dan Layanan Publik Bumiayu telah lama menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan. Pasar Bumiayu, fasilitas pendidikan, perbankan, hingga layanan kesehatan yang lebih lengkap menjadikan wilayah ini sebagai tujuan utama warga dari kecamatan sekitar. Kebergantungan terhadap fasilitas di Bumiayu membentuk persepsi bahwa kota kecil ini adalah pusat bagi wilayah selatan Brebes. 3. Peran Transportasi Bumiayu memiliki stasiun kereta yang beroperasi sejak 1917, menghubungkan wilayah ini dengan kota-kota besar di Jawa. Kehadiran stasiun ini membuat nama Bumiayu lebih cepat dikenal warga luar daerah. Selain itu, ada Terminal Bumiayu juga menjadi simpul penting mobilitas antarprovinsi. Banyak trayek bus lintas Jawa mencantumkan Bumiayu sebagai tujuan atau titik pemberhentian, sehingga nama Bumiayu semakin familiar bagi masyarakat luas. 4. Nama yang Lebih Mudah Dikenali di Perantauan Dibandingkan nama kecamatan lain seperti Sirampog, Paguyangan, atau Tonjong, nama Bumiayu lebih sering muncul pada peta perjalanan dan layanan transportasi. Karena lebih familiar, para perantau memilih memperkenalkan diri berasal dari Bumiayu agar lebih mudah dikenali oleh orang luar daerah. 5. Identitas Bersama Warga Brebes Selatan Berbagai faktor historis, ekonomi, dan mobilitas membuat Bumiayu menjadi identitas bersama warga selatan Brebes. Bagi banyak orang, Bumiayu bukan hanya sebuah kecamatan, tetapi simbol kawasan dengan ikatan sosial dan sejarah yang kuat. Fenomena warga perantau “mengaku Bumiayu” menunjukkan bahwa nama ini lebih dari sekadar lokasi di peta. Bagi masyarakat, Bumiayu menjadi simbol wilayah sekaligus identitas bersama Brebes Selatan. **

Artikel Terkait