Kakek Tuna Netra Tinggal di Gubug Reot, Belum Terima Bantuan
- calendar_month Sen, 11 Mei 2020

Kakek Sutomo (90), menceritakan kondisinya yang belum menerima bantuan apapun baik dari pemerintah, Senin 11 Mei 2020.FOTO/PUSKAPIK/WIJAYANTO

PUSAKPIK.COM, Tegal – Sutomo (90) warga RT 4 RW 2 Desa Gembongdadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, terpaksa tinggal di sebuah gubug reot. Tempat tinggalnya yang hanya berukuran 3×3 meter itu berada di dekat pemakaman hmum dan bersanding dengan kandang kambing.
Sutomo hidup sebatang kara. Rumahnya hanya berupa papan alakadarnya. Selain sebagai tempat tinggal, rumahnya juga digunakan untuk kandang ayam dan bebek. Tempat tidurnya hanya berupa kayu tanpa kasur. Sedangkan lantai rumah itu masih tanah liat.
“Saya sendirian, istri sudah meninggal lama. Anak gak punya,” kata Sutomo saat ditemui di rumahnya, Senin siang, 11 Mei 2020.
Sutomo mengaku bahwa gubug itu dibangun oleh para tetangga di tanah milik saudaranya. Tiap hari, kakek itu hanya mengandalkan belas kasihan dari para tetangganya untuk bisa makan.
Meski hidup dalam kemiskinan, Sutomo ternyata belum mendapatkan perhatian dari pemerintah. Saat pemerintah mengucurkan berbagai bantuan di tengah pandemi Covid-19, tak satupun yang ia terima.
“Saya dulu punya Kartu Tanda Pendududuk (KTP), tapi hilang. Saya pernah bikin lagi, tapi di kecamatan ditolak karena sudah tua,” katanya.
Tetangga, Sutomo, Ahmad fauzi (52) menuturkan, Sutomo diketahui belum pernah mendapatkan bantuan apapun, baik dari Pemerintah Pusat, Pemkab Tegal, dan pemerintah desa setempat. Sementara itu, banyak warga yang lebih mampu darinya, mendapatkan bantuan dari pemerintah.
“Status rumahnya juga milik tetangga. Rumah itu juga dibangun atas inisiatif warga. Kami berharap dapat bantuan, sehingga jadi tidak sengsara,” ujarnya
- Penulis: puskapik