Habib Luthfi: Kuatnya Persaudaraan, Perekat Kebhinekaan di Tengah Pandemi

Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Habib Luthfi bin Yahya. FOTO/ILUSTRASI/PUSKAPIK/CANDRA SUCIAWAN
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Nilai-nilai persaudaraan sebangsa setanah air sebagai perekat kebinekaan Indonesia di tengah pandemi Covid 19 harus tetap dijaga.

Itu disampaikan Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Habib Luthfi bin Yahya, Kamis sore 18 Juni 2020 dalam ‘Silaturahmi Kebhinekaan Bersama Sesepuh dan Watimpres Untuk Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan’ di Pemalang.

Ulama kharismatik asal Pekalongan ini juga menjelaskan makna penjiwaan dalam lagu Indonesia Raya dan pembacaan teks Pancasila sebagai simbol-simbol kebhinekaan di setiap acara formal.

FOTO/PUSKAPIK/BAKTIAWAN CANDHEKI

“Lagu Indonesia Raya, bukan hanya basa-basi. Di dalamnya terkandung ikrar yang bisa dijadikan landasan kehidupan berbangsa dan bernegara yang bermakna Bhineka Tunggal Ika dan NKRI harga mati,” ungkapnya.

Selain itu, Habib lutfi juga mengingatkan, jika ada oknum-oknum yang memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 untuk mencoba memecah belah bangsa harus dilawan dengan semangat persatuan dan kesatuan.

Bupati Pemalang, H Junaedi, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Watimpres dalam agenda silaturahmi kebhinekaan di Pemalang.

“Kami juga berterimakasih kepada masyarakat yang sudah mematuhi protokol pencegahan Covid-19 sehingga penanggulangan bisa berjalan maksimal,” ucapnya.

Pengurus Wihara Parama Maitreya, Bambang Dwi Cahyono Adi, menceritakan awal bertemu dengan Habib Luthfi di suatu acara. Saat sesi menikmati makanan di acara tersebut seorang berpenampilan ulama mendekati dan memperkenalkan diri kepadanya. Karena belum mengenal, dia hanya menganggap sebagai suatu hal yang biasa.

“Baru setelah pulang saya coba cari di internet, dan kaget luar biasa. Ternyata ulama yang memperkenalkan diri pada saya bukan hanya ulama tapi juga tokoh nasional, sejak itu setiap acara yang dihadiri beliau, saya ingin hadir walau hanya mengabadikannya melalui gambar,” ungkapnya.

Acara tersebut digelar di tiga tempat secara maraton yakni, Halaman Masjid Al Hidayah, Halaman Gereja Santo Lukas Pemalang, dan Halaman Wihara Parama Maitreya, Pemalang.

Selain Habib Lutfi acara juga dihadiri Bupati Pemalang, Bupati Pekalongan, Bupati Batang, tokoh Forkopimda Pemalang, Pekalongan, Batang, Ulama dan Berbagai Tokoh agama lainnya.

Penulis : Baktiawan Candheki
Editor : Amin Nurrokhman

Iklan

Tinggalkan Balasan