BLT Dipotong, Ratusan Warga Geruduk Balai Desa Jembayat Tegal

Warga mendatangi Balai Desa Jembayat, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Senin siang, 18 Mei 2020, untuk mempertanyakan dugaan pemotongan BLT. FOTO/PUSKAPI/Wijayanto

PUSKAPIK.COM, Tegal – Seratusan warga Desa Jembayat, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, menggeruduk kantor balai desa setempat, Senin siang, 18 Mei 2020. Mereka menuntut penjelasan dugaan pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD).

Warga yang semestinya mendapatkan Rp600.000, malah kurang dari nilai itu. Ada yang dipotong Rp150.000, Rp200.000 hingga Rp300.000.

“Kami meminta kejelasan, kenapa BLT yang semestinya Rp600.000 ada potongan, itu untuk apa?,” kata salah seorang warga, Erwin (29) di hadapan Kepala Desa Jembayat, Prima Adam dan sejumlah perangkat desa.

Warga meminta kepala desa memanggil seluruh RT dan RW untuk diklarifikasi untuk mendapat kejelasan pemotongan dana BLT tersebut, apakah inisiatif para RT dan RW atau sepengetahuan kepala Desa. “Itu sudah jelas ada buktinya, bahwa bantuan BLT untuk warga ada pemotongan. Padahal jelas aturannya bahwa tidak boleh ada pemotongan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan warga lain, Hendy Supriyadi. Menurutnya, ia pernah memasang status di WhatsApp yang isinya menanyakan soal pemotongan bantuan BLT. Namun dirinya justru mendapatkan tekanan dari pihak pemerintah desa dan diancam akan dilaporkan kepolisi.

“Begitu saya pasang status itu, banyak warga yang akhirnya curhat ke saya bahwa bantuan BLT dipotong. Kemudian beberapa hari kemudian rumah saya didatangi perangkat desa. Ibu saya ketakutan ini ada apa. Kebetulan saya di perantauan jadi ibu saya langsung telepon,” katanya.

Sementara itu, Kades Jembayat, Prima Adam di hadapan massa mengatakan bahwa BLT yang bersumber dari Dana Desa diberikan kepada penerima sebanyak 300 Kepala Keluarga. Nilainya Rp600.000 per bulan dan diberikan selama tiga bulan. Bantuan tersebut diberikan kepada penerima utuh dan tidak boleh ada pemotongan.

“Kami sudah cek bersama Pak Babin, bahwa bantuan itu nominalnya Rp600.000 dan tidak boleh ada potongan,” katanya dan langsung disambut teriakan warga yang meminta RT dan RW tidak jujur harus dipecat.

Prima pun menegaskan bahwa pihaknya sudah mengundang RT dan RW terkait penyaluran bantuan BLT. Ia pun menegaskan kepada warga bahwa jika penyaluran BLT bulan depan ada potongan, maka ia pun berjanji akan memecat RT/RW tersebut.

“Ya kita lihat pencairan bulan depan apakah ada potongan atau tidak. Kalau terbukti ada potongan, saya akan pecat,” katanya.

Kontributor: Wijayanto
Editor: Faisal M

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan