Jalan Rusak Dan Berdebu, Warga Blokir Jalan Untuk Proyek Tol

AMPELGADING (PuskAPIK) – Semakin rusak dan parahnya jalan raya Ampelgading yang digunakan sebagai jalur proyek pembangunan jalan tol Pemalang-Batang, membuat masyarakat desa Losari kecamatan Ampelgading kabupaten Pemalang, semakin tidak merasa nyaman.

Selain jalan rusak, debu yang tebal sangat mengganggu masyarakat, baik saat melewati jalan tersebut maupun masyarakat yang sudah terjangkit penyakit ISPA. Puncaknya, masyarakat desa Losari kecamatan Ampelgading kabupaten Pemalang memblokade jalan, menutup akses kendaraan truk proyek dilarang melewati jalan tersebut, Sabtu (14/10).

Sekitar pukul 11.30 WIB, masyarakat secara spontan menutup ruas jalan dengan menggunakan kurci “padung” dan memberhentikan dump truck yang membawa material. para pengemudi pun terpaksa menghentikan kendaraannya. Ada sekitar 24 truk yang terhenti akibat aksi masyarakat tersebut.

Aksi tersebut langsung diantisipasi muspika Ampelgading dengan mengadakan audiensi di balaidesa Losari. Ada sekitar 50 orang warga tidak cuma dari desa Losari, akan tetapi juga diikuti warga dari desa tetangga diantaranya Ujunggede dan Ampelgading. Dalam audiensi tersebut hadir Camat Ampelgading, Sekcam Ampelgading, Kapolsek Ampelgading, Danramil Ampelgading, kepala desa Losari dan perwakilan dari pelaksana PT. Dirgantara.

Secara umum masyarakat mengehendaki agar jalan yang rusak untuk secepatnya diperbaiki/ditambal, penyiraman jalan harus secara maksimal mengingat debu yang dihasilkan dari kerusakan jalan tersebut menyebabkan terganggunya masyarakat pengguna jalan dan terjangkitnya penyakit ISPA serta pengobatan masyarakat/anak-anak yang terjangkit penyakit ISPA.

Kapolsek Ampelgading AKP Heryadi Noor, SH, menyampaikan Apresiasi yang sebesar-besarnya kepada masyarakat losari, bahwa dalam menyampaikan aspirasi dilakukan tanpa anarkhi dan melakukan pengrusakan.

Disampaikan juga berdasarkan MOU antara pelaksana proyek jalan tol dengan pemkab Pemalang, Bahwa truk kapasitas 20 ton boleh memasuki jalan ke kawasan proyek tol, dengan catatan apabila ada kerusakan infrastruktur yang ada, maka harus segera diperbaiki.

Sementara itu Danramil Ampelgading Kapten Inf Sodikin berharap untuk pihak pengembang agar segera melaksanakan apa yang dituntut oleh warga. Sodikin juga berharap agar aksi-aksi selanjutnya tidak terjadi lagi di wilayah kecamatan Ampelgading terkait jalan tol.

Hal senada juga disampaikan kepala desa Losari Agus Rujito, agar pihak pengembang segera melaksanakan apa yang menjadi tunturan warganya.

“Segera laksanakan dan penuhi tuntutan warga. Jadi warga merasa nyaman, pihak pelaksana juga bisa bekerja dengan lancar,” ucapnya.

Dari audiensi tersebut diperoleh kesepakatan antara pihak pelaksana PT Dirgantara dengan warga mayarakat yaitu PT Dirgantara sebagai pelaksana pekerjaan akan segera memperbaiki/menambal jalan yang rusak,akan memaksimalkan penyiraman jalan untuk meminimalisir debu serta memeriksakan warga yang sudah terjangkit ISPA ke Puskesmas setempat.

Humas PT Dirgantara, Yusron membenarkan telah terjadi kesepakatan antara pihaknya dengan warga desa Losari.

“Kami akan secepatnya memenuhi keinginan warga,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Abdulkarim (55) warga Rt.01 Rw.03 desa losari, salah satu perwakilan warga yang mengikuti audiensi, menyampaikan apresiasi atas kesepakatan yang telah dicapai. Namun Abdulkarim juga mengingatkan apabila kesepakatan yang telah dicapai tidak dilaksanakan dengan semestinya, warga akan terus menanyakan kesepakatan tersebut. (hp)