Open post

Mundofar Jabat Pj.Kades Banglarangan

 

AMPELGADING (PuskAPIK) – Melalui Surat Keputusan Bupati, Kasi Pemerintahan Kecamatan Ampelgading Mundofar, S.Ip ditunjuk sebagai Penjabat Kepala Desa Banglarangan Kecamatan Ampelgading menggantikan kepala desa terlantik yang meninggal dunia.

Camat Ampelgading kabupaten Pemalang, Mulyanto, MAP melantik Mundofar, S.Ip di pendopo balai desa Banglarangan kecamatan Ampelgading, Jumat (25/02). Mulyanto menjelaskan bahwa Kasi Pemerintahan kecamatan Ampelgading Mundofar, S.Ip., dilantik menjadi Pj. kepala desa Banglarangan, menggantikan alm. Mujianto kepala desa terpilih yang meninggal karena sakit, 40 hari setelah dilantik menjadi kepala desa pada Minggu, 12 Desember 2018 yang lalu.

“Mundofar, S.Ip ditunjuk menjadi penjabat Kepala Desa Banglarangan menggantikan Kepala Desa terpilih,” jelas Camat Mulyanto.

Menurutnya Mundofar, S.Ip akan memimpin Desa Banglarangan selama 6 bulan hingga pemilihan kepala desa antar waktu.

Sementara Kapolsek Ampelgading AKP Imam khanafi, S.Ag., yang turut hadir dalam acara pelantikan menyampaikan ucapan selamat kepada penjabat yang baru dilantik. Diharapkan kapolsek kepala desa dan Kepolisian dapat bermitra serta bekerjasama dengan baik dalam memelihara kamtibmas di desa Banglarangan. Polsek Ampelgading akan mendukung kepala desa yang dilantik dalam melaksanakan tugasnya.

Kapolsek juga mengingatkan kepala desa yang dilantik untuk tidak melakukan penyelewengan dana desa yang berjumlah besar.

Pelantikan dihadiri juga oleh Danramil Ampelgading Kapten Inf Sodikin serta tamu undangan lainnya.(hape)

 

Open post

Bupati : “Kampung KB Harus Ada Tindak Lanjut Dan Evaluasi”

PEMALANG (PuskAPIK) – “Pencanangan kampung KB diharapkan ada tindak lanjutnya, untuk itu saya meminta diadakan evaluasi setiap bulannya…”

Hal terrsebut disampaikan bupati Pemalang H. Junaedi, saat meresmikan Pencanangan Kampung KB di RW. V Desa Kebagusan kecamatan Ampelgading kabupaten Pemalang, Kamis (30/08).

Lebih lanjut dalam sambutannya, bupati menyampaikan bahwa kampung KB tersebut akan menjadi baik manakala sanitasi, pengaturan kelahiran dan komponen lainnya bisa berjalan sesuai program yang dilaksanakannya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada petugas lapangan yang sangat luar biasa, sehingga program KB dan kependudukan bisa berjalan dengan baik.

“Penghargaan nasional Manggala Karya yang diperoleh kabupaten Pemalang adalah buah kerja petugas dan teman-teman dilapangan. Tanpa mereka, saya tidak bisa bekerja apa-apa,” jelasnya.

Diharapkan oleh bupati ubtuk kedepan program kampung KB yg dicanangkan agar menjadi program dinas yang terlibat, menjadi kepentingan bersama.

Masih dalam kesempatan yang sama Farida sumarlin, mewakili BKKBN Proponsi Jawa Tengah, memberikan apresiasi kepada bupati Pemalang atas penghargaan nasional manggala karya, atas dedikasi dalam kependudukan dan KB. Dijelaskan juga bahwa kegiatan kampung KB yang sudah menasional, di pulau jawa termasuk tinggi sifat kegotongroyonganya dan lebih kental terasa, dan diharapkan untuk lebih disinergikan kepada semua instansi.

Adapun tujuan kampung KB, oleh Farida dijelaskan diantaranya adalah untuk mensejhterakan maayarakat melalui KB. kedua meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, ketiga meningkatkan rata-rata pendidikan masyarakat dengan tingkat minimal pendidikan lanjutan pertama dan keempat kecilnya atau tidak adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Farida mengharapkan dengan adanya pokja tersebut agar lebihbditingkatkan lagi.

Diketahui bahwa desa Kebagusan kecamatan Ampelgading kabupaten Pemalang, sebanyak 60% warganya sudah melaksanakan program KB.

Pencanangan Kampung KB ditandai dengan pemukulan kentongan oleh bupati Pemalang diikuti pemukulan kentongan bambu oleh tamu undangan lainnya dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh bupati.

Acara dihadiri oleh wakil bupati Pemalang H. Martono, Forkopimda Pemalang, para OPD, pengurus TP PKK kabupaten Pemalang, pengurus, muspika Ampelgading, pengurus TP PKK kecanatan Ampelgading, kepala desa se-kecamatan Ampelgading, para kader dan tamu undangan lainnnya. (hape)

Open post

Diduga Pembangunan Dialihkan, Warga Desa Sidokare Temui Kades

AMPELGADING (PuskAPIK) – Diduga pembangunan yang tidak merata di wilayah desa Sidokare kecamatam Ampelgading kabupaten Pemalang, khususnya wilayah rt.05 rw.02, beberapa warga mendatangi balaidesa Sidokare untuk mengadakan audiensi dengan kepala desanya, Jumat 02/02).

Beberapa warga rt.05 rw.02 dikoordinir oleh Teguh S menemui kepala desa Sidokare untuk berdialog masalah pembangunan, yang menurut mereka tidak pernah dialokasikan di rt.05rw.02.

Perwakilan warga ditemui oleh kepala desa Sidokare, Abdulmanan di ruang kerja kepala desa. Selain kepaladesa, Tampak dalam audiensi tersebut dihadiri Kasi Perencanaan Desa Sidokare Larno, Sekdes Sidokare Sukur, Kadus 1 Desa Sidokare,Amar, Teguh S dan 6 perwakilan warga rt.05 rw.02.

Dalam audiensi tersebut, Teguh sbagai koordinator menyampaikan bahwa di wilayah RT 5/Rw 2 Desa Sidokare belum pernah ,bahkan tidak pernah ada pembangunan dari pemerintah desa baik Pengerasan/pengaspalan/pengecoran di Gang yang ada di lokasi RT 5 Rw 02 dan Pembangunan/pembuatan sender di sepanjang perbatasan desa Sidokare – desa Kebagusan serta pemasangan tiang listrik. Disampaikan seperti tersebut menurut Teguh dari warga sudah pernah menyampaikan atau mengusulkan ke perangkat bahkan ke kepala desa.

Teguh juga manyampaikan bahwa warga menduga terdapat pengalihan pekerjaan ke wulayah lain yang tidak sesuai dengan APBDES.

“Kami sudah mengusulkan dari tahun 2016 lalu. Menurut informasi juga sudah ada anggaran pembangunan dalam APBDES,” kata Teguh kepada puskapik.com.

Masih menurut Teguh, warga menuntut agar anggaran pembangunan desa pada awal tahun 2018 dapat disalurkan dan dipusatkan untuk pembangunan di wilayah RT 5 Rw 2 karena di wilayah tersebut sudah puluhan tahun tidak ada pembangunan dari desa.

Kepala desa Sidokare kecamatan Ampelgading kabupaten Pemalang Abdulmanan, menyampaikan kepada perwakilan warga bahwa apa yang menjadi tuntutan warga akan dipenuhi menjadi prioritas utama dalam pembangunan Desa dengan dana Desa anggaran tahap pertama th 2018. Adapun pelaksanaan tersbut akan dilaksanakan pada saat Dana Desa tahap I.

Abdulmanan juga menyampaikan terimakasihnya kepada para warga masyarakat Rt 05 /Rw 02 yang telah menyempatkan diri untuk datang dan menyampaikan aspirasinya terkait pembangunan yang ada di Desa Sidokare, kusunya di wilayah Rt 05/02.

Kepala desa atas nama pemerintah desa Sidokare juga siap melaksanakan pembangunan tersebut. Sebagai bentuk rasa tanggungjawabnya kepada warga, akhirnya dengan kesadaran bersama kades Sidokare Abdulmanan membuat surat pernyataan yang ditandatangani dan berstempel, yang isinya antata lain bahwa Jalan di wilayah Desa Sidokare Rt.05 Rw.02 masuk pada usulan RKPDes 2018 yakni Rabat Beton dan Pengerasan akan direalisasikan dengan Dana Desa Tahap I Tahun Anggaran 2018. (hape)

Open post

“Desa Kami Bukan Siluman”

AMPELGADING (PuskAPIK) – Judul berita diatas adalah salah satu kalimat dalam poster yang dibawa warga melakukan aksi damai.
Dengan membawa beberapa poster, sekitar 50 warga desa Ampelgading kecamatan Ampelgading kabupaten Pemalang mendatangi kantor kecamatan Ampelgading untuk melakukan aksi damai dan audiensi dengan camat Ampelgading, Rabu, (01/11).

Tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Desa Ampelgading, mereka ingin bertemu dengan camat Ampelgading terkait dengan penjaringan perangkat desa. Sekitar pukul 10.00 wib warga diterima oleh camat yang didampingi oleh kasi pemerintahan di pendopo kantor camat Ampelgading.

Warga yang dikoordinir oleh Casmito, menyampaikan pernyataan sikap warga masyarakat desa Ampelgading yang diantaranya seperti berdasar UU No. 6 th 2017 dan Perdes No. 1 th 2017 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja SOTK) untuk mengatur kineria dalam pemerintahan desa, warga sangat mendukung agar terciptanya sistem kinerja yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kemudian berkaitan dengan hal tersebut diatas, di desa Ampelgading sudah 12 tahun tidak ada pejabat sekdes yang dikarenakan pada tahun 2005 pejabat sekdes meninggal dunia, dan kekosongan tersebut digantikan dengan perangkat lain sebagai Plt. Sekdes selama kurun waktu 12 tahun.

Lamanya jurun waktu tersebut menjadikan kesenjangan sosial dalam pemerintah desa yang mengakibatkan terjadinya kurang
harmonisasi dalam tubuh pemerintah desa yang menjadikan hambatan dalam pembangunan desa Ampelgading dan besarnya animo masyarakat khususnya generasi muda yang ingin mengabdi dalam pemerintah desa.

Dengan pernyataan sikap tersebut, warga meminta kepada camat Ampelgading untuk dibukannya lowongan mengisi Struktur organisasi dan Tata Kerja (SOTK). Wargajyga meminta untuj diikut sertakan dalam pengangkatan lowongan serentak dibulan November dan Desember 2017. Warga masyarakat mengharapkan bahwa pelaksanaan pembentukan Struktur organisasi dan Tata Kerja (SOTK) dapat di lakukan secepatnya.

Camat Amoelgading Mulyanto langsung menanggapi apa yang menjadi keinginan warga masyarakat. Mulyanto mempersilahkan desa Ampelgading untuk melaksanakan pendaftaran secara umum dengan cara seleksi internal Desa Ampelgading.Terkait dengan penempatan perangkat desa yang ada di desa Ampelgading, Camat Mulyanto juga mempersilahkan bagaimana mekanismenya di serahkan kepada desa setempat.

Ditambahkan bahwa terkait kendala-kendala dalan seleksi perangkat desa, camat berharap dapat diselesaikan secara bersama-sama, sehingga proses seleksi perangkat desa dapat berjalan dengan baik.

Camat Mulyanto berharap setelah terbentukya SOTK (Struktur Organisasi Tata Kerja), panitia dalam menentukan siapa yang nantinya menjadi sekdes atau carik dapat di laksanakan dengan selektif dan baik.

Dikarenakan masih adanya kendala-kendala yang ada di desa Ampelgading sehingga pelaksanaan penjaringan seleksi perangkat desa terhambat, diharapkan pada awal tahun 2018 dapat melaksanakan pembukaan pendaftaran secara umum penjaringan perangkat Desa.

Dsampaikan juga bahwa pihak kecamatan akan selalu mengawal pelaksanaan dan proses penjaringan perangkat desa yang ada di desa Ampelgading serta kinerja Pemerintahan Desa Ampelgading. Untuk percepatan pembentukan Struktur organisasi dan Tata Kerja (SOTK) maka Pihak kecamatan akan mengundang beberapat perwakilan (kades, Plt Sekdes, BPD dan tokoh masyarakat desa Ampelgading) untuk melaksanakan rapat internal dan membahas percepatan pembentukan SOTK Desa Ampelgading.

Audiensi yang berlangsung damai tersebut dikawal petugas gabungan baik dari Polri, TNI maupun Satpol PP kabupaten Pemalang. (hp)

Open post

Jalan Rusak Dan Berdebu, Warga Blokir Jalan Untuk Proyek Tol

AMPELGADING (PuskAPIK) – Semakin rusak dan parahnya jalan raya Ampelgading yang digunakan sebagai jalur proyek pembangunan jalan tol Pemalang-Batang, membuat masyarakat desa Losari kecamatan Ampelgading kabupaten Pemalang, semakin tidak merasa nyaman.

Selain jalan rusak, debu yang tebal sangat mengganggu masyarakat, baik saat melewati jalan tersebut maupun masyarakat yang sudah terjangkit penyakit ISPA. Puncaknya, masyarakat desa Losari kecamatan Ampelgading kabupaten Pemalang memblokade jalan, menutup akses kendaraan truk proyek dilarang melewati jalan tersebut, Sabtu (14/10).

Sekitar pukul 11.30 WIB, masyarakat secara spontan menutup ruas jalan dengan menggunakan kurci “padung” dan memberhentikan dump truck yang membawa material. para pengemudi pun terpaksa menghentikan kendaraannya. Ada sekitar 24 truk yang terhenti akibat aksi masyarakat tersebut.

Aksi tersebut langsung diantisipasi muspika Ampelgading dengan mengadakan audiensi di balaidesa Losari. Ada sekitar 50 orang warga tidak cuma dari desa Losari, akan tetapi juga diikuti warga dari desa tetangga diantaranya Ujunggede dan Ampelgading. Dalam audiensi tersebut hadir Camat Ampelgading, Sekcam Ampelgading, Kapolsek Ampelgading, Danramil Ampelgading, kepala desa Losari dan perwakilan dari pelaksana PT. Dirgantara.

Secara umum masyarakat mengehendaki agar jalan yang rusak untuk secepatnya diperbaiki/ditambal, penyiraman jalan harus secara maksimal mengingat debu yang dihasilkan dari kerusakan jalan tersebut menyebabkan terganggunya masyarakat pengguna jalan dan terjangkitnya penyakit ISPA serta pengobatan masyarakat/anak-anak yang terjangkit penyakit ISPA.

Kapolsek Ampelgading AKP Heryadi Noor, SH, menyampaikan Apresiasi yang sebesar-besarnya kepada masyarakat losari, bahwa dalam menyampaikan aspirasi dilakukan tanpa anarkhi dan melakukan pengrusakan.

Disampaikan juga berdasarkan MOU antara pelaksana proyek jalan tol dengan pemkab Pemalang, Bahwa truk kapasitas 20 ton boleh memasuki jalan ke kawasan proyek tol, dengan catatan apabila ada kerusakan infrastruktur yang ada, maka harus segera diperbaiki.

Sementara itu Danramil Ampelgading Kapten Inf Sodikin berharap untuk pihak pengembang agar segera melaksanakan apa yang dituntut oleh warga. Sodikin juga berharap agar aksi-aksi selanjutnya tidak terjadi lagi di wilayah kecamatan Ampelgading terkait jalan tol.

Hal senada juga disampaikan kepala desa Losari Agus Rujito, agar pihak pengembang segera melaksanakan apa yang menjadi tunturan warganya.

“Segera laksanakan dan penuhi tuntutan warga. Jadi warga merasa nyaman, pihak pelaksana juga bisa bekerja dengan lancar,” ucapnya.

Dari audiensi tersebut diperoleh kesepakatan antara pihak pelaksana PT Dirgantara dengan warga mayarakat yaitu PT Dirgantara sebagai pelaksana pekerjaan akan segera memperbaiki/menambal jalan yang rusak,akan memaksimalkan penyiraman jalan untuk meminimalisir debu serta memeriksakan warga yang sudah terjangkit ISPA ke Puskesmas setempat.

Humas PT Dirgantara, Yusron membenarkan telah terjadi kesepakatan antara pihaknya dengan warga desa Losari.

“Kami akan secepatnya memenuhi keinginan warga,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Abdulkarim (55) warga Rt.01 Rw.03 desa losari, salah satu perwakilan warga yang mengikuti audiensi, menyampaikan apresiasi atas kesepakatan yang telah dicapai. Namun Abdulkarim juga mengingatkan apabila kesepakatan yang telah dicapai tidak dilaksanakan dengan semestinya, warga akan terus menanyakan kesepakatan tersebut. (hp)

Scroll to top