Kapal Otok-Otok, Mainan Jadul yang Masih Bertahan di Era Digital

Sonhaji, penjual mainan Kapal Otok-Otok yang dijumpai mangkal di Pasar Mataram Pekalongan, Minggu pagi, 10 Oktober 2021. FOTO/PUSKAPIK/SAKTI RAMADHAN
Iklan

PUSKAPIK.COM, Pekalongan – Di era milenium yang serba digital sekarang ini, mainan kapal otok-otok ternyata masih bertahan. Sonhaji (45) adalah salah satu penjual mainan jadul tersebut. Warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan itu mengaku sudah 13 tahun berjualan kapal otok-otok.

“Saya mulai berjualan mainan ini tahun 2008,” kata Sonhaji saat ditemui di Pasar Mataram Pekalongan, Minggu pagi, 10 Oktober 2021.

Sonhaji mengungkapkan, setiap Minggu dirinya memang kerap mangkal di Pasar Mataram Pekalongan, karena pasar itu hanya buka pada Minggu. Sedangkan hari-hari lainnya, ia lebih sering mangkal di Pasar Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.

“Saya juga kadang berjulan di tempat-tempat keramaian, seperti di pengajian akbar, orkes atau tempat-tempat wisata,” kata Sonhaji.

Dia membeli kapal otok-otok langsung dari pengrajinnya di daerah Pleret dan Demaras, Cirebon, Jawa Barat. Sonhaji membanderol harga Rp20.000/buah untuk kapal ukuran besar, sedangkan yang ukuran kecil Rp15.000.

“Kalau lagi sepi sehari paling 10 biji. Tapi kalau lagi rame bisa 30 biji. Ya Alhamdulillah bisa untuk membeli kebutuhan di rumah,” ujarnya.

Saat ditanya alasannya kenapa masih bertahan berjualan mainan kapal otok-otok, Sonhaji mengatakan, dia memilih menekuni pekerjaannya ini lantaran tak memiliki keahlian lain. Saat awal pandemi, Sonhaji mengaku sempat banting stir ikut kapal ikan, karena dagangannya sepi.

“Sempat iku kapal nelayan waktu corona. Karena sepi, nggak boleh ada keramaian,” ungkapnya.

Kapal otok-otok merupakan salah satu jenis mainan langka. Mainan berbahan dasar seng ini meskipun masih ada, tapi sudah jarang ditemui. Kapal otok-otok populer di kalangan anak-anak era 80-an.

“Ini mainan termasuk langka dan unik. Sampai sekarang pun masih banyak yang mencari. Tapi memang sudah jarang yang berjualan,” beber Sonhaji.

Kapal otok-otok dioperasikan denan tenaga panas. Cara mainnya, bagian knalpot kapal lebih dulu diisi air. Kemudian, membuat pengapian dari kapas yang dicelupkan minyak jlantah, lalu dimasukan ke ruangan kapal.

Saat air yang dimasukan melalui knalpot kapal mendidih karena terbakar pengapian kapas, maka akan menimbulkan daya dorong yang menggerakan kapal.

Kontributor: Sakti Ramadhan
Editor: Faisal M

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini