PTM di Pemalang Bisa Saja Dihentikan, Begini Alasannya

Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo, bersama Kepala Dindikbud, Mualip, meninjau pelaksanaan PTM di sejumlah SD dan SMP pasca Pemalang masuk darrah PPKM Level 2, Selasa 7 September 2021.FOTO/PUSKAPIK/ERIKO GARDA DEMOKRASI
Iklan

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Ratusan sekolah di Kabupaten Pemalang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) dipastikan aman dari klaster Covid-19. Dindikbud menyebut PTM tetap berpotensi dihentikan jika ditemui masalah.

“Sekarang di Pemalang sudah ada sekitar 200 sekolah yang menggelar PTM,” tutur Mualip, Kepala Dindikbud Pemalang, Senin 4 Oktober 2021.

Sebelumnya, pada awal September 2021, ada 108 Sekolah Dasar (SD) dan 59 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menggelar PTM di Kabupaten Pemalang.

Dari 200 sekolah yang menggelar PTM, kata Mualip, saat ini Dindikbud tengah memverifikasi sekolah-sekolah di Pemalang guna memperluas pelaksanaan PTM.

“PTM itu harus mendapat izin dari Bupati selaku ketua Satgas Covid-19, seizin kepala sekolah dan orang tua,” jelas Mualip.

Mualip memastikan, sejauh ini pelaksanaan PTM di Kabupaten Pemalang masih aman, artinya tidak ada klaster baru penyebaran Covid-19.

“Kalau toh nanti ditemukan positif dibawah 1 persen itu bisa berjalan, 1 sampai 5 persen itu dikarantina, kalau diatas 5 (PTM) dihentikan,” jelasnya.

Sekolah-sekolah yang menggelar PTM ini juga diingatkan untuk menjaga konsistensi penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Kalau tidak taat, tidak ada perubahan ya pasti kita akan usulkan untuk dihentikan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Minggu 3 Oktober 2021, Dindikbud Pemalang terus berupaya memperluas pelaksanaan pembelajaran tatap muka SD dan SMP di kotanya. Ditengah isu klaster penyebaran Covid-19 di berbagai daerah, Dindikbud memastikan PTM Pemalang aman.

Penulis : Eriko Garda Demokrasi
Editor: Amin Nurrokhman

 

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini