Berawal dari Kenangan Masa Kecil, Kades di Pemalang Lahirkan Ikon Kerajinan untuk Desanya
- calendar_month Rab, 28 Apr 2021

Kepala Desa Jojogan, Irman Faozi, tengah menilik produk takir anyaman bambu buatan salah satu sesepuh desanya, Mbah Sumarto. FOTO/PUSKAPIK/ISTIMEWA

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Berawal dari keinginan mengurangi sampah nonorganik dan kenangan masa kecil, Irman Faozi kembali menghidupkan tradisi penggunaan takir untuk menyajikan makanan dalam setiap kegiatan di Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul, Pemalang. Berkonsultasi dan menggali informasi ke sesepuh desa, ia lahirkan inovasi kerajinan takir anyaman bambu yang unik nan cantik, bakal ikon desanya.
Kepala Desa Jojogan, Irman Faozi, menuturkan, ide menghidupkan tradisi penggunaan takir atau wadah makanan itu berawal saat dirinya terkenang masa kecil dan upaya menghindari sampah nonorganik.
“Awalnya saya kepingin menghilangkan sampah nonorganik, nah kita ingin kalau ada acara wadah makanannya menggunakan daun. Nah dulu waktu saya kecil, senang sekali kalau lihat takir di acara pengajian masjid,” kata Irman Faozi, Rabu, 28 April 2021.
Penggunaan takir atau wadah makanan yang terbuat dari daun pisang itu, kata Irman, sejatinya merupakan tradisi warisan nenek moyang Desa Jojogan sedari dulu, tapi kini mulai menghilang.
Seminggu belakangan, Kades muda itu kemudian menggali informasi perajin takir dan mengkonsultasikannya dengan para sesepuh, tokoh masyarakat, pokdarwis, serta pemuda desanya. Irman menginginkan, nantinya tradisi itu kembali dihidupkan, dengan inovasi yang mempunyai nilai seni budaya.
Salah satu sesepuh desa, Mbah Sumartono, kemudian mencoba membuatkan takir dan menunjukannya ke Irman. Bukan dari daun pisang, takir yang dibuat Mbah Sumarto terbuat dari anyaman bambu, dengan desain unik nan cantik.
- Penulis: puskapik