Pamit, Junaedi Minta Maaf Jika Memimpin Pemalang Ada Kekurangan

Bupati Pemalang Junaedi menyampaikan sambutan dalam acara peresmian proyek-proyek strategis Kabupaten Pemalang tahun 2020 di ruang paripurna, gedung baru DPRD Pemalang, Rabu, 10 Februari 2021. FOTO/PUSKAPIK/ERIKO GARDA DEMOKRASI
Iklan

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Bupati Pemalang Junaedi pamit menjelang purna tugas beberapa hari mendatang. Bupati Pemalang 2 periode itu, meminta maaf apabila selama memimpin Pemalang banyak kekurangan.

Hal itu disampaikan Junaedi dalam acara peresmian proyek-proyek strategis Kabupaten Pemalang 2020 di ruang paripurna, gedung baru DPRD Pemalang, Rabu, 10 Februari 2021.

Junaedi diketahui purna tugas sebagai Bupati Pemalang 2016-2021, bersama Wakilnya, Martono pada 17 Februari 2021. Junaedi mengatakan, sebagai manusia biasa, tentunya masih banyak kekurangan selama dirinya menjabat Bupati Pemalang.

“Maka dari itu, atas kekurangan-kurangan yang pernah kita sampaikan, saya Junaedi dan Wakil Bupati Martono, mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Pemalang,” kata Junaedi.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pemalang yang selama ini mendampingi, dalam melaksanakan tugas.

“Saya sebagai pemandat, yang diberi kepercayaan, bahwa keberhasilan ini bukan keberhasilan saya, Pak Martono, dan juga pejabatnya, tapi keberhasilan ini adalah keberhasilan yang dilaksanakan oleh seluruh komponen masyarakat Kabupaten Pemalang,” tutur Junaedi.

Dalam acara ini, Junaedi meresmikan proyek-proyek strategis Kabupaten Pemalang 2020. Di antaranya Gedung DPRD Pemalang, Stadion Mochtar, Pasar Randudongkal, Hotel Moga, Kios Cinderamata, Puskesmas Mulyoharjo dan Petarukan, sumur dalam di Desa Klareyan, serta Jembatan Desa Wanarata.

Sebelumnya, Masjid Agung Nurul Kalam juga sudah diresmikan pada Desember 2020 lalu.

Bupati Junaedi berharap, pembangunan ini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pelayanan rakyat, serta meningkatkan kualitas reformasi birokrasi.

“Sekali lagi saya mohon maaf, mari kita songsong hari esok yang lebih baik. Mari kita dukung pemerintahan, yang insyaAllah saya akan berakhir tanggal 17, songsong bupati baru yang akan membimbing kita semua,” kata Junaedi.

Penulis: Eriko Garda Demokrasi
Editor: Faisal M

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini