Ratusan Nakes di Tegal Gagal Divaksin, Kenapa?

Seorang Nakes RS Mitra Siaga Tegal sedang disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac, Rabu siang, 27 Januari 2021.FOTO/PUSKAPIK/WIJAYANTO
Iklan

PUSKAPIK.COM, Slawi – Hari ketiga pelaksanaan vaksinasi terhadap para tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Tegal, Rabu siang, 27 Januari 2021, ratusan nakes di sejumlah fasilitas kesehatan (Faskes) gagal divaksin karena gagal lolos tahap skrining kesehatan.

Di rumah sakit Mitra Siaga Tegal, salah satu faskes yang ditunjuk sebagai tempat pelayanan vaksinasi Covid-19 sinovac. Dari 612 Nakes yang ada, hanya 418 yang lolos skrining kesehatan awal. Sisanya sebanyak 194 Nakes gagal vaksin.

“Ini nanti kita skrining lagi. Saat skrining juga ada eksklusi lagi dan ada yang ditunda atau tidak hadir. Jadi kemungkinan juga kurang dari 418,” terang Manajer Pelayanan RS Mitra Siaga dr. Tasya Deastuti, di sela pelaksanaan vaksinasi nakes, Rabu siang, 27 Januari 2021.

Lebih lanjut Tasya menjelaskan, Nakes yang gagal vaksin umumnya karena memiliki komorbid atau sedang mengalami batuk, diare atau demam. Atau tekanan darahhya tinggi lebih dari 140/90 sehingga harus dilakukan penundaan.

“Nanti kalau dijadwal ulang nunggu informasi dari Dinkes. Tahap pertama ini cuma sampai tanggal 28 Januari 2021,” kata Tasya.

Kasi Pelayanan Kesehatan Dasar, Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Dedi Sutanto, mengungkapkan, sejauh ini pelaksanaan vaksinasi tahap pertama di Kabupaten Tegal berjalan lancar. Tidak ada kendala yang dikhawatirkan. Untuk Nakes yang gagal vaksin, Dedi mengatakan, akan ada informasi lebih lanjut

“Jumlahnya tidak banyak. Nanti ada informasi lebih lanjut. Ini kan tahap satu, nanti ada tahap lainnya,” kata Dedi.

Menurut Dedi, pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi, sehingga jika ada kendala-kendala akan segera diatasi. Namun Dedi mengatakan sejauh ini tidak ada kendala yang berarti.

“Dinas kesehatan membagi untuk melakukan supervisi vaksinasi. Di lapangan itu pelaksanaannya kalau ada kendala kita bisa atasi,” ujarnya.

Kontributor: Wijayanto
Editor: Amin Nurrokhman

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini