Kasihan, Kakek di Pemalang Meninggal Tersengat Tawon Vespa

Tarmin (62) ditemukan meninggal dunia usai tersengat tawon vespa di di RT 003 RW 016, Dukuh Krasak,Kelurahan Sugihwaras, Pemalang, Sabtu 23 Januari 2021. FOTO/PUSKAPIK/ISTIMEWA
Iklan

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Seorang kakek di Kelurahan Sugihwaras, Kabupaten Pemalang, meninggal usai tersengat tawon vespa saat mencari rumput pakan ternak. Warga diimbau melapor jika mendapati sarang tawon vespa.

Kejadian naas tersebut terjadi siang tadi, Sabtu, 23 Januari 2021, sekitar pukul 12.15 WIB. Tepatnya di RT 003/RW 016, Dukuh Krasak, Kelurahan Sugihwaras, Pemalang.

Itu dibenarkan Lurah Sugihwaras, Febri Jatmiko, saat dihubungi Puskapik.com via telepon. Febri menyampaikan, kondisi korban sudah meninggal dunia saat pihak Kelurahan mendapat laporan dari warga.

“Menurut saksi korban sedang mencari rumput untuk pakan kambing, ada dugaan korban tidak tau ada sarang sehingga Iangsung nyabit rumput,” kata Febri.

Diketahui, korban adalah Tarmin (62), laki-laki asal RT 007/RW 005, Desa Kedungkelor, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal.

Kronologis kejadian tersebut berawal saat Tarmin sedang mencari rumput di sekitar RT 003/RW 016, Dukuh Krasak, Kelurahan Sugihwaras, Pemalang.

Kemudian saksi, Bahrudin, mendengar teriakan “ya Allah, ya Allah” dan langsung menuju sumber suara. Sesampainya di sumber suara, Bahrudin mendapati banyaknya kerumunan tawon vespa menyerang Tarmin.

Bahrudin kemudian lari untuk meminta bantuan ke warga lainnya, Riyanto. Saat Bahrudin dan Riyanto menuju TKP, ternyata Tarmin ditemukan sudah meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan medis hasil visum, Tarmin meninggal akibat tersengat tawon vespa, diperkirakan sebanyak 30 kali. Selanjutnya, jenazah diantarkan ke pihak keluarga oleh pihak kepolisian.

“Imbauan dari kami, apabila (warga) menemukan dan melihat sarang tawon vespa untuk segera melaporkan kami supaya segera kami hubungi pihak damkar,” kata Febri.

Ia menuturkan, saat ini sarang tawon yang menyerang Tarmin sudah dimusnahkan warga dengan cara dibakar.

Penulis: Eriko Garda Demokrasi
Editor: Faisal M

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini