Pandemi Covid-19 Pariwisata Pemalang Merugi, Tak Capai Target

Budi Santoso, Humas Pariwisata, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pemalang, saat ditemui di Koperasi Disparpora, Rabu 13 Januari 2021.FOTO/PUSKAPIK/ERIKO GARDA DEMOKRASI
Iklan

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Selama pandemi Covid-19, industri pariwisata di Kabupaten Pemalang mengalami kerugian. Penutupan tempat wisata di kala libur panjang menyumbang faktor kerugian di sektor pariwisata ini.

Itu disampaikan Budi Santoso, Humas Pariwisata, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pemalang, saat ditemui di Koperasi Disparpora, Rabu 13 Januari 2021.

“Secara otomatis, ya karena pengurangan pengunjung. Disamping itu kan kalo libur kan ditutup, salah satu pengurangan yang banyak di situ,” ungkap Budi.

Dua hal itu, kata Budi, adalah penyebab yang paling signifikan dari kerugian di sektor pariwisata. Ini juga berimbas kepada pelaku usaha di kawasan pariwisata.

Seperti halnya pada saat libur panjang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, di mana pemerintah pusat menginstruksikan seluruh tempat wisata ditutup.

“Adanya pembatasan itu, biasanya kan banyak kegiatan misal kumpul paguyuban sekarang tidak boleh. Otomatis mereka (para pengunjung) tau sendiri lah,” terang Budi.

Pembatasan ini, terutama diberlakukan untuk wisata yang berkaitan dengan air, di Kabupaten Pemalang contohnya Widuri Waterpark.

Dikatakan Budi, akibat pandemi Covid-19 ini, sektor pariwisata tak mencapai target, persentasenya dibawah 90 persen dari target yang ditetapkan daerah.

“Kalau promosi tetap jalan, tapi karena hanya ada pembatasan-pembatasan kan kita mengacu aturan-aturan seperti itu, karena Dinas. Juga di desa-desa harus mengikuti, otomatis,” jelas Budi.

Budi menuturkan, destinasi wisata yang sedang menggeliat di Kabupaten Pemalang sendiri, cenderung di wisata-wisata desa. Contohnya seperti Bukit Tangkeban dan Benowo Park.

Selama pandemi Covid-19 ini, seluruh tempat pariwisata diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Seperti mewajibkan pengunjung mengenakan masker, dan menyediakan tempat cuci tangan di pintu masuk, termasuk menerapkan jaga jarak.

Penulis : Eriko Garda Demokrasi
Editor: Amin Nurrokhman

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini