Corona Tak Halangi Nelayan Asemdoyong Pemalang Gelar Baritan

FOTO/PUSKAPIK/ERIKO GARDA DEMOKRASI
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Pandemi Covid-19 tak jadi soal bagi nelayan Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman, Pemalang, untuk menggelar tradisi sedekah laut atau yang biasa disebut “Baritan”, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Asemdoyong, Kamis 20 Agustus 2020.

Namun demikian, tahun ini, tradisi yang diselenggarakan setiap tanggal 1 suro atau bertepatan dengan 1 Muharram itu, diselenggarakan secara sederhana dan tertutup untuk masyarakat luas. Guna mencegah penyebaran Covid-19, protokol kesehatan juga diterapkan dengan ketat.

“Jelas berbeda sekali, dulu kan pedagang di mana-mana, ada lomba, bahkan larung sesaji diiringi dengan kapal-kapal semuanya, hari ini kan enggak” kata Rusdi Hapsori, ketua panitia Baritan.

Yusuf Mujadi, Kepala Desa Asemdoyong mengatakan, tahun ini hanya ada 3 kapal yang diperbolehkan melarung sesaji ke tengah laut, sesuai dengan jumlah perahu kecil berisi kepala kerbau dan aneka hasil bumi yang biasa disebut ancak. Hal itu merupakan persyaratan yang sudah ditetapkan Pemerintah Desa serta pihak-pihak pendukung lainnya.

“Untuk mengantisipasi terjadinya mobilisasi masyarakat ke desa asemdoyong, di kedua titik pintu masuk Desa Asemdoyong, kami bekerja sama dengan TNI-Polri untuk menyekat atau menutup pintu masuk,” kata Yusuf Mujadi.

FOTO/PUSKAPIK/ERIKO GARDA DEMOKRASI

Kapolres Pemalang, AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho bersama jajarannya yang turut memantau jalannya acara menyebutkan, dalam pengamanan acara baritan tahun ini, Polres Pemalang menurunkan 25 personil yang ada di lapangan dan 9 personil Satuan Polisi Perairan (Sat Polair).

“Kami dari jajaran Polres Pemalang melakukan pengamanan, berikut kami juga melakukan pendisiplinan masyarakat, dengan memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak atau 3M yang sudah di instruksikan dari pemerintah,” kata Kapolres Pemalang kepada puskapik.com

Saat kapal pembawa sesaji hendak berangkat ke tengah laut, sempat ada kapal nelayan yang memaksa ikut. Sontak hal itu mendapat tindakan tegas dari para petugas pengamanan dari Sat Polair dan TNI-AL dengan mencegat kapal tersebut.

Penulis : Eriko Garda Demokrasi
Editor : Amin Nurrokhman

Iklan

Tinggalkan Balasan