36 Tahun Jadi Pelayan Warteg, Pulang ke Brebes, Tewas di Tol Cipali

FOTO/PUSKAPIK/ISTIMEWA
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Brebes – Salah satu dari dua warga Brebes, yang menjadi korban tewas dalam kecelakaan di tol Cipali pada Senin pagi, adalah Cayem (62)warga Desa Tembalang, Kecamatan Jatibarang Brebes.

Sebenarnya, di usianya yang sudah senja, Cayem ingin pulang dan beristirahat di tengah keluarga. Cayem merupakan janda dua anak masing masing Sueni (39) dan Hari (36). Dia menghabiskan hidupnya sebagai pelayan warteg di Kota Bekasi.

Sueni anak pertama Cayem mengatakan, ibunya kerja di Warteg sejak 36 tahun lalu. Saat itu, Sueni baru berusia 3 tahun dan Hari baru satu tahun. Saat anak anaknya masih balita, Cayem ditinggal mati suami.

Sejak saat itulah Cayem memutuskan merantau, bekerja sebagai juru masak di Warteg. Sementara, dua anaknya dititipkan ke saudaranya.

“Kami ditinggal sejak kecil sampai sekarang. Sampai sekarang ibu pulang kalau Lebaran. Tapi Lebaran kemarin tidak bisa pulang karena ada larangan mudik,” ujar Sueni di rumahnya di Desa Tembelang, Jatibarang, Senin 10 Agustus 2020 siang.

Beberapa hari sebelum kejadian, Cayem menghubungi keluarga dan berencsna untuk pulang kampung. Sebelum pulang, Cayem minta dibuatkan dipan (ranjang) dan nisan.

“Ibu pulang pengin istirahat, katanya capek kerja di warteg. Mungkin dia akan pensiun dari kerjaan di warteg. Makanya minta dibuatkan ranjang. Kalau nisan itu, nanti untuk mengganti nisan bapak saya,” tuturnya.

Sueni meneruskan, Cayem awalnya akan pulang hari Sabtu malam kemarin. Akan tetapi gagal karena tidak ada kendaraan (travel) yang membawa ke kampung. Baru pada Minggu malam, Cayem mendapat travel yang akan membawanya ke Brebes.

Namun belum sempat tiba di rumah, mobil travel Elf nopol D 7013 AN yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di ruas tol Cipali KM 184.300 jalur B mengalami kecelakaan pada Senin pagi pukul 03.30 WIB. Akibat kecelakaan ini, Cayem dan 7 penumpang lainnya meninggal dunia.

“Rupanya keinginan untuk istirahat itu ternyata istirahat selamanya. Nisan yang dipesan untuk mengganti nisan suami akan dipakai untuk dirinya,” tutup Sueni.

Sementara, Sunad (51) sopir travel yang membawa 16 penumpang ini dikabarkan meninggal dunia. Dia asli kelahiran Desa Tembelang Jatibarang dan rumahnya tidak jauh dari kediaman Cayem.

Raniti (40) kerabat Sunad mengatakan, Sunad sekarang sudah menjadi warga Menteng Dalam Tebet Jakarta. Terakhir kali Sunad pulang pada hari Minggu kemarin. Sebagai sopir travel, Sunad sering bolak balik Jakarta Brebes.

“Baru kemarin pulang pas malam Minggu, Senin paginya kecelakaan dan meninggal,” ucap Raniti.

Sunad tewas meninggalkan 3 orang anak dan seorang istri. Saat didatangi di rumahnya, mereka sedang berada di RS Mitra Plumbon untuk mengurus jenazah Sunad.

Kontributor : Fahri Latief
Editor : Amin Nurrokhman

Iklan

Tinggalkan Balasan