Pekalongan Akan Miliki Wisata Laut Terbesar di Indonesia

FOTO/PUSKAPIK/ISTIMEWA
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Pekalongan – Tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) RI menyerahkan maket pembangunan wisata laut terbesar Kota Pekalongan kepada Pemkot Pekalongan.

Serahterima maket tersebut dilakukan oleh Kepala Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Pemukiman Provinsi Jawa Tengah, Dwiatma Singgih Raharja, ST kepada Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz, dalam rapat koordinasi pembangunan wisata laut terbesar di Kawasan Pesisir Kota Pekalongan.

Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz, Kamis 11 Juni 2020, mengungkapkan, Kota Pekalongan akan memiliki wisata laut terbesar di Indonesia dalam waktu dekat.

Pembangunan wisata laut itu akan dibiayai penuh oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan sudah mulai dikerjakan pada akhir Maret 2020 kemarin dengan anggaran sepenuhnya bersumber dari APBN.

Pemkot terus mendorong terwujudnya penataan wisata air yang didasari janji dari Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat berkunjung ke Kota Pekalongan. Untuk pembangunan tahap pertama, akan dipusatkan di lokasi wisata Pantai Pasir Kencana.

Kemudian tahap kedua akan dibangun di wisata Pantai Slamaran, tahap ketiga di wisata Pantai Sari dan tahap keempat di wisata Mangrove.

“Tahun ini sudah mulai pengerjaan dan Detail Engineering Design (DED) sudah selesai dipaparkan oleh tim dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Tengah (BPPW) Provinsi Jawa Tengah Direktorat Jenderal Cipta Karya
Kemen-PUPR,” papar Saelany, Kamis 11 Juni 2020.

Menurut Saelany, dengan terwujudnya taman wisata laut ini dapat meningkatkan perekonomian menuju kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat di Kecamatan Pekalongan Utara.

“Kami sangat bersyukur karena kawasan utara merupakan kawasan yang masih menjadi permasalahan kita bersama karena terus dilanda rob sehingga menyisakan berbagai masalah seperti pengangguran, keterbelakangan, dan kemiskinan. Dengan terwujudnya taman wisata laut ini maka kami berharap bisa menumbuhkan perekonomian di kawasan utara,” ujar Saelany.

Wakil Walikota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid menambahkan, dalam rapat koordinasi tersebut, Pemkot Pekalongan juga memberikan rekomendasi atau masukan terkait antisipasi ketinggian permukaan air laut, mengingat di kawasan pesisir utara setiap tahunnya sering dilanda rob.

“Semua sudah terkonsep matang tetapi dengan perkembangan situasi dan kondisi sekarang dengan air rob yang semakin naik setiap tahunnya, kami dari Pemkot juga ada masukan-masukan untuk mengantisipasi ketinggian maupun luasan air rob nanti supaya tidak berdampak pada wisata laut. Sangat disayangkan jika wisata baru ini nantinya hanya bisa bertahan 3-5 tahun saja karena luapan air rob tersebut,” ujar Afzan.

Aaf menekankan dalam rekomendasi tersebut tim Kemen-PUPR dapat mempertimbangkan ketinggian di permukaan darat di kawasan wisata tersebut minimal 1 meter (100 cm) untuk menghindari limpasan air laut jika terjadi rob.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Pemukiman I BPPW Jateng, Dwiatma Singgih Raharja, ST menjelaskan pengerjaan kawasan wisata laut ini dilakukan secara multiyears hingga tahun 2021 mendatang. Proses lelang, lanjut Singgih, diperkirakan membutuhkan waktu 2-3 bulan dari Bulan Juni-Agustus 2020.

“Sekarang sudah final desainnya, sehingga semakin memantapkan komitmen dari pemerintah daerah, kami mempresentasikan dihadapan walikota. Diharapkan September nanti bisa action,” katanya.

Kontributor : Suryo Sukarno
Editor : Amin Nurrokhman

Iklan

Tinggalkan Balasan