Yuk Milenial, Rutin Periksa Kesehatan ke Posyandu Remaja

0
Puluahan remaja menghadiri peluncuran Posyandu Remaja di Kelurahan Kelurahan Jenggot, Kota Pekalongan, Sabtu (29/2/2020). FOTO/PUSKAPIK/SURYONO

PEKALONGAN (PUSKAPIK) – Dinas Kesehatan Kota Pekalongan melakukan berbagai langkah strategsi untuk menekan banyaknya remaja yang terjebak dalam gaya hidup tidak sehat, seperti perilaku seksual pranikah, perokok usia dini, penggunaan narkoba, masalah gizi pada remaja, dan permasalahan remaja lainnya. Salah satunya pada tahun ini akan membentuk Posyandu Remaja yang tersebar di 14 kelurahan.

Sebagai langkah awal, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan meluncurkan Posyandu Remaja Pashiman (Posyandu Remaja Aktif Berstamina Cegah Anemia) di Kelurahan Jenggot. Peluncuran dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto didampingi Lurah Jenggot, Taibin beserta perwakilan Forkopimda lainnya. Tabuhan gong sebagai tanda peluncuran disambut sorak sorai gembira oleh puluhan remaja yang hadir.

Usai meresmikan, Slamet Budiyanto menuturkan, pembentukan Posyandu Remaja sebagai wadah untuk memfasilitasi seluk-beluk remaja. Kegiatan ini dilakukan sebagai pemantauan kesehatan remaja yang melibatkan remaja itu sendiri.

“Di tahun 2020 ini kami membentuk posyandu remaja di 14 wilayah salah satunya di Kelurahan Jenggot ini. Posyandu ini sebagai wadah bagi remaja bersama-sama memeriksakan kesehatannya,” kata Budi.

Menurut Budi, remaja perlu diperhatikan dari segi kesehatannya karena mereka merupakan awal dari pembentukan generasi mendatang yang unggul, sehingga harus dipersiapkan sejak dini untuk menuntaskan permasalahan-permasalahan kesehatan lainnya. “Mereka dipersiapkan sejak dini untuk mengantisipasi lahirnya anak stunting, dengan menerapkan pola hidup yang sehat sehingga melahirkan generasi yang sehat,” kata Budi.

Lurah Jenggot, Taibin mengapresiasi dibentuknya Posyandu Remaja di wilayahnya sebagai upaya untuk mengajak para remaja di Kelurahan Jenggot untuk senantiasa peduli terhadap kesehatannya, melakukan hal-hal positif, dan bermanfaat. Pihaknya juga menegaskan akan mengkoordinasikan para Ketua RT/RW dan kader posyandu, Karangtaruna untuk menginformasikan kepada masyarakat, khususnya remaja untuk berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan Posyandu Remaja tersebut.

“Terima kasih atas launching Posyandu Pashmina Kelurahan Jenggot agar anak-anak tahu secara dini, terutama kesehatannya, tumbuh kembangnya melalui KMS (Kartu Menuju Sehat) untuk Siswa sekolah untuk mengetahui tingkat kesehatannya seperti penanggulangan stunting,” papar Taibin.

Dinas Kesehatan Kota Pekalongan melakukan berbagai langkah strategsi untuk menekan banyaknya remaja yang terjebak dalam gaya hidup tidak sehat, seperti perilaku seksual pranikah, perokok usia dini, penggunaan narkoba, masalah gizi pada remaja, dan permasalahan remaja lainnya. Salah satunya pada tahun ini akan membentuk Posyandu Remaja yang tersebar di 14 kelurahan.

Sebagai langkah awal, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan meluncurkan Posyandu Remaja Pashiman (Posyandu Remaja Aktif Berstamina Cegah Anemia) di Kelurahan Jenggot. Peluncuran dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto didampingi Lurah Jenggot, Taibin beserta perwakilan Forkopimda lainnya. Tabuhan gong sebagai tanda peluncuran disambut sorak sorai gembira oleh puluhan remaja yang hadir.

Usai meresmikan, Slamet Budiyanto menuturkan, pembentukan Posyandu Remaja sebagai wadah untuk memfasilitasi seluk-beluk remaja. Kegiatan ini dilakukan sebagai pemantauan kesehatan remaja yang melibatkan remaja itu sendiri.

“Di tahun 2020 ini kami membentuk posyandu remaja di 14 wilayah salah satunya di Kelurahan Jenggot ini. Posyandu ini sebagai wadah bagi remaja bersama-sama memeriksakan kesehatannya,” kata Budi.

Menurut Budi, remaja perlu diperhatikan dari segi kesehatannya karena mereka merupakan awal dari pembentukan generasi mendatang yang unggul, sehingga harus dipersiapkan sejak dini untuk menuntaskan permasalahan-permasalahan kesehatan lainnya. “Mereka dipersiapkan sejak dini untuk mengantisipasi lahirnya anak stunting, dengan menerapkan pola hidup yang sehat sehingga melahirkan generasi yang sehat,” kata Budi.

Lurah Jenggot, Taibin mengapresiasi dibentuknya Posyandu Remaja di wilayahnya sebagai upaya untuk mengajak para remaja di Kelurahan Jenggot untuk senantiasa peduli terhadap kesehatannya, melakukan hal-hal positif, dan bermanfaat. Pihaknya juga menegaskan akan mengkoordinasikan para Ketua RT/RW dan kader posyandu, Karangtaruna untuk menginformasikan kepada masyarakat, khususnya remaja untuk berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan Posyandu Remaja tersebut.

“Terima kasih atas launching Posyandu Pashmina Kelurahan Jenggot agar anak-anak tahu secara dini, terutama kesehatannya, tumbuh kembangnya melalui KMS (Kartu Menuju Sehat) untuk Siswa sekolah untuk mengetahui tingkat kesehatannya seperti penanggulangan stunting,” papar Taibin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini