Stabilkan Harga Pangan, Bulog Pekalongan Gelar Operasi Pasar

0
Warga menyerbu Pasar Pangan Murah yang digelar Bulog Cabang Pekalongan di Jalan Hang Tuah kota Tegal, Rabu siang (12/02/2020). FOTO/PUSKAPIK/WIJ

TEGAL (PUSKAPIK) – Bulog Cabang Pekalongan dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tegal menggelar road show Ketersediaan Pangan dan Stabilisasi Harga (KPSH) di Jalan Hang Tuah Kota Tegal, Rabu (12/02/2020) siang. Kegiatan yang dulu disebut Operasi Pasar itu diserbu masyarakat, terutama ibu rumah tangga.

Dalam road show KPSH ini Bulog menjual sejumlah komoditas pangan, yakni bawang puutih, minyak goreng, beras, daging sapi, terigu, dan bakso. Komoditas pangan tersebut dijual dengan harga lebih murah dari harga di Pasar.

Bawang Putih dijual Rp34.000/kg, minyak goreng Rp11.500/kg, beras Rp10.500/kg, daging sapi Rp75.000/kg, bakso Rp100.000/kg, dan terigu Rp7.500/kg. Dari sejumlah komoditas tersebut, bawang putih yang paling banyak diburu konsumen karena harganya jauh lebih murah dibanding harga di Pasar yang mencapai Rp55.000/kg.

Salah seorang pembeli, Asri (40), langsung membeli bawang putih setelah mengetahui harganya sangat murah. Dia memilih bawang putih karena setiap hari membutuhkan untuk bumbu masakan.

“Nggak sengaja pas lewat ada pasar murah. Langsung beli bawang putih 1 kilo karena murah,” kata pedagang makanan tersebut.

Kepala Bulog Cabang Pekalongan, Ari Apriansyah menjelaskan, mengacu pada surat Menteri Perdagangan, untuk KPSH khusus beras dilaksanakan sampai 31 Desember 2020. Untuk produk-produk lainnya diikutkan dengan pola komersial Bulog bekerja sama dengan Tim TPID Kota Tegal. “KPSH ini untuk mendekatkan pangan ke masyarakat. Diharapkan dapat menjadi menekan harga atau acuan harga dari teman-teman pedagang lainnya,” tandasnya

Ari menambahkan, selain bawang putih, beras juga merupakan komoditas pangan yang suplainya sangat sedikit saat ini karena belum memasuki masa panen. Meski demikian harga beras relatif stabil.

“Suplai Beras sekarang ini sangat kecil. Tapi masyarakat tidak perlu kawatir karena stok beras di gudang kami cukup banyak, yakni 34.000 ton,” kata Ari.(WIJ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini