Menengok Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Melarung Kepala Kerbau di Laut Pemalang
- calendar_month Ming, 7 Jul 2024


PUSKAPIK.COM, Pemalang – Musik gamelan mengalun saat ancak perahu berisi kepala kerbau diboyong dari Aula Tempat Pelelangan Ikan Asemdoyong ke kapal nelayan. Nahkoda kapal pun bergegas menyalakan mesin dan segera membawa ancak berisi kepala kerbau itu ke tengah lautan untuk dilarung.
Kapal pembawa ancak itu sontak dibuntuti kapal-kapal nelayan lainnya yang sudah ditumpangi pengunjung. Mereka ingin menyaksikan dengan mata telanjang prosesi larung sesaji kepala kerbau dalam tradisi Baritan yang sudah puluhan tahun dilangsungkan masyarakat Desa Asemdoyong di Kabupaten Pemalang.
Ribuan orang pun rela berdesakan dan berpanas-panasan di tepi muara Asemdoyong untuk menyaksikan keberangkatan kapal yang akan melarung sesaji kepala kerbau itu. Momentum inilah yang menarik mereka jauh-jauh datang ke Asemdoyong untuk menonton riuhnya tradisi Baritan.
Baritan sendiri digelar setiap tanggal 1 Bulan Muharram atau Suro (Penanggalan Jawa). Tahun ini nelayan Asemdoyong melarung tiga ancak dengan jenis perahu berbeda-beda mulai dari Cantrang, Warok, dan gemplo. Tiga jenis perahu tersebut umumnya digunakan warga Asemdoyong mencari ikan.
“Iya, kami larung 3 ancak sebagai wujud rasa syukur kami nelayan Asemdoyong. Ini sudah ke-66 kalinya kami nelayan Asemdoyong menggelar Baritan.” tutur Murino, Ketua Panitia Baritan Asemdoyong disela-sela prosesi larung sesaji, Minggu (7/7/2024).
Banyak orang berduyun-duyun mendekat ke ancak-ancak Baritan. Sesaji kepala kerbau jadi hal menarik yang menyedot perhatian mereka. Hiasan mahkota, kalung dan tindik emas dilengkapi kalung bunga menambah aura sakral sesaji utama yang akan dilarung di tengah luasnya Laut Jawa itu.
- Penulis: puskapik