Ternak Ayam Arab dengan Iringan Musik
- calendar_month Sab, 18 Jan 2020

Pernak ayam arab di Kelurahan Mintaragen Kota Tegal binaan DKPPP kota Tegal memberi pakan, Sabtu (18/1/2020).(Foto: Puskapik/WIJ)

“Ayam arab ini mudah stres. Jika sudah stres, maka proses bertelurnya akan terhambat. Dengan diputarkan musik, ternyata ayam-ayam bisa relaks dan tidak merasa terganggu,†ujarnya.
Selain memberi bantuan berupa kandang dengan isi 500 ekor ayam arab serta 60 kantong pakan, DKPPP Kota Tegal juga membentuk tim medis dan tim pendampingan. Tim medis akan memantau perkembangan budidaya ayam arab petelur selama pelatihan.
“Dari sisi medis, kami siapkan tim khusus yang siap melakukan tindakan bila diperlukan. Ada juga tim pendamping yang terus memantau perkembangan di lapangan. Sehingga dengan begitu pelatihan ini diharapkan benar-benar bisa mendongkrak ekonomi masyarakat kecil,†tukasnya.
Salah seorang peternak ayam arab petelur, Aminudin mengatakan, selain menyalakan musik saat beraktivitas di kandang, tak kalah pentinf makan dan minum ayam juga harus dijaga. Hal itu dilakukan, guna mencegah ayam terjangkit penyakit serta virus.
Untuk minuman, warga Pasir Agung RT 13/ RW 10 ini mengaku, harus mengganti maksimal dua hari sekali. Sedangkan untuk pakan, setiap hari dikontrol agar ternak tidak kelaparan.
“Setiap hari makan dan minumnya dikontrol. Siapa tahu ada ayam yang sakit juga, nanti kita lapor ke tim medis DKPPP,†ungkapnya.
Berberda dengan telur ayam ras, harga jual telur ayam arab diakui Aminudin lebih mahal. Sebab, telur ayam arab dijual per butir, dengan harga kisaran Rp 1.600 hingga Rp 2.000. Sementara telur ayam ras, dijual dengan sistem kiloan.
“Telur ini dijualnya per butir, bukan kiloan. Beda dengan telur ayam biasa. Makanya pola pemeliharaannya juga khusus, mulai pakan dan minum, sampai diputarkan musik,†ujar Aminudin.(WIJ)
- Penulis: puskapik