Ketua DPRD Kota Tegal Dianugerahi Gelar Raden Tumenggung dari Keraton Surakarta

PUSKAPIK.COM, Tegal – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal, Kusnendro, mendapat gelar kehormatan dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Dirinya menjadi anggota Prajurit Keraton Surakarta Galuh Purba Mataram (Prakarsa Garba Mataram).

Kusnendro resmi menyandang gelar “Raden Tumenggung Nendropuro” setelah mengikuti prosesi kekancingan di Pendopo Ganda Arum, Desa Bogangin, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Minggu 25 September 2022 kemarin.

Upacara kekancingan Karaton Surakarta Hadiningrat yang digelar di kompleks Makam Kyai Sapanyana (Brawijaya V) itu berlangsung sakral. Kusnendro diwisuda langsung oleh Sinuhun Tedjowulan bersama belasan abdi dalem lainnya.

“Penganugerahan gelar dari Karaton Surakarta Hadiningrat ini sebuah penghargaan luar biasa, saya tidak menyangka-nyangka mendapat undangan untuk menerima gelar ini.” ujarnya kepada Puskapik.com, Senin 26 September 2022.

Wakil rakyat dari fraksi PDI Perjuangan itu memastikan, kedepan dirinya bakal berkontribusi dalam upaya melestarikan tadisi dan budaya Jawa. “Kita sebagai trah Mataram harus mempertahankan tradisi dan budaya Jawa,” tandas Kusnendro.

Diketahui, dalam menerima gelar tersebut Kusnendro juga masuk dalam anggota Prakarsa Garba Mataram yang merupakan paguyuban abdi dalem Karaton Surakarta Hadiningrat di bekas wilayah Kerajaan Galuh Purba.

“Prakarsa Garba Mataram ini fokusnya memberikan edukasi di bidang pendidikan, seni, dan budaya.” terang Ketua umum Prakarsa Garba Mataram, K.R.H.T Dimas Sastrowinoto.

Paguyuban abdi dalem Keraton Surakarta Hadiningrat ini sejatinya sudah resmi dibentuk sejak Juni 2022 lalu. Para prajurit ini mengemban tugas untuk menjaga dan melestarikan budaya Jawa di masing-masing wilayahnya.

“Khususnya ke anak-anak muda, agar mereka nguri-uri budaya Jawa, termasuk sejarah-sejarahnya.” kata Dimas.

Prakarsa Garba Mataram tersebar di Kabupaten Kebumen, Kabupaten Banyumas, Kota Purwokerto, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Pemalang.

“Karena daerah-daerah di lereng Gunung Slamet ini dulunya masuk wilayah Kerajaan Galuh Purba.” jelas Dimas.

Penulis : Eriko Garda Demokrasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top