Suporter Tewas Dikeroyok, Peserta Ungkap Turnamen Liga 3 Askab Pemalang Digelar Secara Ilegal
- calendar_month Ming, 2 Jan 2022

Kericuhan antarpenonton klub Desa Kramat vs Desa Banjarmulya di Stadion Mochtar Pemalang, Kamis, 30 Desember 2021. FOTO/TANGKAPAN LAYAR VIDEO

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Sejumlah peserta mengungkap bahwa panitia Liga 3 Askab PSSI Pemalang memang kucing-kucingan dengan aparat dalam menggelar turnamen sepak bola yang akhirnya menelan 1 korban jiwa itu.
Aji (28), ketua oficial tim Persuda FC (Sumberharjo) menuturkan, seluruh tim peserta Liga 3 Askab PSSI Pemalang dikumpulkan oleh panitia pada awal digelarnya turnamen sepak bola ini.
“Kita 34 tim se-Kabupaten Pemalang itu dipertemukan untuk technical meeting, itu dijelaskan bahwa kegiatan ini sebenarnya ilegal,” katanya kepada Puskapik.com, Minggu, 2 Januari 2022.
Menurut Aji, turnamen disembunyikan panitia, baik dari Kepolisian maupun Satgas Covid-19, karena alasan pandemi. Panitia menginstruksikan kepada para peserta untuk tidak menyebarkan foto-foto kegiatan di media sosial.
“Jadi jangan ada yang menge-share di Facebook maupun status WhatsApp, takutnya ada Satgas turun kita dihentikan total, tidak bisa melanjutkan kompetisi,” katanya.
Informasi yang dihimpun Puskapik.com, dalam Liga 3 Askab PSSI Pemalang ini suporter dibatasi 150 orang per klub. Tiket masuk dibanderol Rp10.000 per orang.
Informasi ini juga dibenarkan Ketua Ofisial Tim Perselo FC (Banjarmulya), Fathurozaq (28). Menurutnya, awalnya panitia memang memberi ketentuan suporter dibatasi 150 orang per klub.
“Awalnya itu dibatasi 150 orang. Harga tiket pas 12 sama 8 besar itu Rp10.000, terus pas semifinal panitia naikin Rp12.000, rencananya final itu Rp15.000,” katanya.
Fathurozaq mengatakan, untuk mengukur kedatangan suporter, tiket diserahkan ke masing-masing ofisial tim. Namun pada laga semifinal panitia membebaskan jumlah penonton tiap klub.
- Penulis: puskapik