Di Tegal Ada Balita Gemar Makan Tanah dan Rontokan Tembok

Nando sedang bercengkerama dengan ibunya saat ditemui di rumahnya, Sabtu siang, 11 September 2021.FOTO/PUSKAPIK/SR
Iklan

PUSKAPIK.COM, Tegal – Seorang balita di Tegal, Vero Vernando (3,5) memiliki kebiasaan aneh. Anak pasangan suami istri Carmo (50) dan Umrotun alias Atun (41), warga RT 3 RW 1, Kelurahan Debong Lor, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal itu gemar memakan tanah. Tak hanya tanah, bocah yang biasa disapa Nando itu juga hobi memakan rerontokan tembok.

Kebiasan aneh itu kerap dilakukan Nando jika sedang bermain di sekitar rumah. Nando sering terlihat mengorek-ngorek tanah. Lalu ia mengusapkan tanah pada tangan, kaki serta wajahnya. Sesekali ia memasukan tanah ke mulutnya seperti mengkonsumsi makanan.

Atun menceritakan, perilaku tidak wajar anak ketiganya itu mulai terlihat saat berumur 1,5 tahun. Kala itu, dirinya memergoki anaknya memasukan tanah ke mulutnya lalu dikunyah seperti makanan.

“Waktu itu kan saya di dalam. Pas keluar tak lihat anak saya sedang nglemprak (duduk) di depan rumah sambil makan tanah,” ungkap Atun saat ditemui di rumahnya, Sabtu siang, 11 September 2021.

Atun tak menyangka kebiasaan itu masih dilakukan anaknya sampai sekarang. Bahkan, tidak hanya tanah, bua hatinya itu juga sering terlihat memakan rerontokan tembok.

Atun mengungkapkan, akibat sering memakan tanah, buah hatinya itu kerap mengeluh sakit perut. Biasanya sakit yang dikeluhakan si anak hilang setelah diberi obat puyer anak.

“Ya sering sakit perut. Paling dia tak kasih obat puyer anak sembuh sendiri,” kata Atun.

Atun menuturkan, dia memang tidak pernah memberi jajan si anak. Menurut Atun, jangankan untuk membeli jajan, untuk makan sehari-hari saja sering kesusahan. Kondisi rumahnya juga terpaksa dibiarkan rusak karena tak mampu memperbaiki.

“Apa karena tidak pernah makan jajan ya, jadinya anak saya seperti itu,” ujar Atun.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga, Atun hanya mengandalkan penghasilan sang suami yang membuka jasa servis televisi di rumah, yang tidak selalu ada setiap hari. Meski tergolong keluarga tidak mampu, namun Atun tak pernah sekalipun menerima bantuan dari pemerintah.

“Saya tidak pernah dapat setiap ada bantuan dari pemerintah. Karena status pernikahan dengan suami siri,” ungkap Atun.

Kontributor: Sakti Ramadhan
Editor: Amin Nurrokhman

 

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini