Cabai Kering Diburu Konsumen di Tegal, Kenapa?

0
Seorang pedagang cabai di Pasar Pepedan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, sedang menuangkan cabai kering ke dalam wadah, Jumat siang, 19 Maret 2021.FOTO/PUSKAPIK/WIJAYANTO

PUSKAPIK.COM, Slawi – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tegal belum beranjak turun, bahkam cenderung naik. Pantauan puskapik.com di Pasar Pepedan, Kecamatan Dukuhturi, harga cabai rawit merah kembali naik dari Rp 110.000 per kilogram menjadi Rp 120.000 per kilogram, Jumat siang, 19 Maret 2021.

Mahalnya harga cabai menjadikan konsumen beralih ke cabai kering sebagai alternatif. Mereka sebagian besar adalah para pedagang masakan. Selain untuk menghemat pengeluaran, cabai kering juga bisa disimpan lebih lama.

“Sekarang belinya cabai kering. Soalnya yang biasa lagi mahal. Ini kan mending harganya terpaut hampir separonya,” ungkap Daryuni (45) salah seorang konsumen.

Menurut Daryuni, meski mennggunakan bumbu cabai kering tapi tidak mengurangi rasa masakan. Dia lebih memilih menggunakan cabai kering ketimbang mengurangi porsi cabai pada masakannya.

“Cabai ini (kering) tetap enak untuk bumbu. Tapi ya tidak sepedas cabai biasa. Daripada dikurangi nanti malah langganan saya pada kecewa karena rasanya beda,” ujarnya.

Bagus (25), salah seorang pedagang cabai di Pasar Pepedan mengungkapkan, harga cabai kering saat ini mencapai Rp 70.000 per kilogram. Menurutnya, Pembeli cabai kering meningkat tajam sejak harga cabai biasa mahal.

“Biasanya cuma lima kilo sehari. Akhir-akhir ini saya bisa sampai 10 Kilo. Kebanyakan pedagang masakan yang beli,” ungkap Bagus.

Cabai kering merupakan sortiran berbagai macam cabai yang kondisinya busuk. Setelah dikeringkan dengan cara dijemur atau di oven, cabai busuk tersebut memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

“Masih bisa digunakan untuk bumbu. Rasanya juga nggak berubah,” ujar Bagus.

Kontributor: Wijayanto
Editor: Amin Nurrokhman

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini