Ini Komentar Beberapa Tokoh Brebes Soal Hukuman Kebiri
- calendar_month Kam, 7 Jan 2021

FOTO/PUSKAPIK/ILUSTRASI/NET

PUSKAPIK.COM, Brebes – Pro-kontra hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual juga terjadi di daerah.. Namun ada yang berpendapat agar pemerintah lebih memprioritaskan penanganan terhadap korban dari pada penerapan kebiri.
Berbagai pendapat muncul dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari politisi perempuan, aktivis sosial sampai ulama.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Brebes, dr Sri Gunadi Purwoko berkomentar, hukuman kebiri dengan zat kimia diharapkan bisa menimbulkan efek jera.
“Kalau melihat, saya kapasitasnya sebagai kepala DPPP3KB, menurut saya yang penting ada efek jera. Nah sekarang ada wacana mau dikebiri ya tidak masalah. Hukuman ini kan untuk menghilangkan nafsu seksual selama beberapa lama,” ujar Sri Gunadi, Kamis 7 Januari 2021.
Menurutnya, perlu formula khusus agar pelaksanaan hukuman ini benar benar bisa terlaksana. Jika menggunakan suntik kimia, berarti harus mencari formula yang bisa bekerja selama 2 tahun
“Kalau misalnya kebiri kimia ini seperti suntik KB hanya 3 bulan, maka untuk penyuntikan berikutnya siapa yang melakukan. Caranya bagaimana. Apakah ada jaminan, pelaku akan datang dan mau disuntik lagi untuk memperpanjang masa kebirinya. Apakah ada jaminan dia tidak kabur saat akan disuntik kembali setiap periodenya,” ujarnya.
Pendapat berbeda muncul dari Aqilatul Munawaroh, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Tiara. Kata dia, dalam menangani masalah kekerasan seksual terhadap anak, tidak hanya terfokus pada menghukum pelaku. Korban juga harus mendapatkan perhatian lebih terutama dalam segi psikologisnya.
- Penulis: puskapik