Pandemi Covid-19, Kasus TBC di Pemalang Menurun

Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P2PM), Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, Surip saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 4 Januari 2021. FOTO/PUSKAPIK/ERIKO GARDA DEMOKRASI
Iklan

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Angka kasus Tuberculosis (TBC) di Kabupaten Pemalang pada 2020 mengalami penurunan dibanding 2019. Ada beberapa faktor mengapa penyakit yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis itu menurun, salah satunya Covid-19.

“Tahun 2020 itu ada 1.383 kasus, sedangkan untuk tahun 2019 itu 1.896 kasus, mengalami penurunan,” ka5a Kepala seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P2PM), Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, Surip saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 4 Januari 2021.

Surip menuturkan, pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor penurunan kasus TBC. Bisa jadi, kata Surip, turunnya kasus TBC diakibatkan pencatatan yang menurun, karena Puskesmas lebih fokus terhadap Covid-19.

“Mayoritas pengidap di Pemalang di daerah pantura, karena mobilitas tinggi. Artinya pergerakan orang semakin tinggi, semakin mudah menularkan. Kalau daerah selatannya (Kecamatan) Randudongkal,” tutur Surip.

Ia menjelaskan, penyebaran penyakit yang menyerang paru-paru ini, melalui droplet atau percikan ludah. Maka dari itu, masyarakat tak perlu paranoid dengan memisahkan benda-benda bekas penderita TBC.

“Bekas bajunya, bekas tempat duduknya (penderita) ya tidak apa-apa dipakai. Yang berbahaya itu ketika orang TBC mengeluarkan percikan ludah ditangkap oleh lawan bicaranya, masuk ke instalasi pernapasan,” kata Surip.

Langkah pertama yang harus dilakukan jika menemui gejala TBC, baik dari keluarga atau penderita itu sendiri, adalah memeriksakan ke Puskesmas.

Penulis: Eriko Garda Demokrasi
Editor: Faisal M

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini